Reses DPRD Pulpis : Kecamatan Banama Tingang Minta Tambah Anggaran

Foto bersama anggota DPRD Dapil I Kabupaten Pulang Pisau bersama Camat, Kepala Desa, Damang dan Komponen Masyarakat Kecamatan Banama Tingang. (Foto Media Dayak/Hermawan Mihing)

Camat Banama Tingang, Sem Hermawan Bodoi dan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Yoppy Satriadi. (Foto Media Dayak/Hermawan Mihing)

Pulang Pisau, Media Dayak

Massa reses pertama anggota DPRD daerah pemilihan I (satu) kabupaten Pulang Pisau periode 2019-2024, Senin 28/10 kunjungi kecamatan Banama Tingang.

Dari kuota sebelas kursi pada daerah pemilihan I dihadiri delapan anggota terpilih, diantaranya Tandean Indrabela, Ketua Komisi satu dari Fraksi Partai Golkar, Yoppy Satriadi Ketua Komisi dua dari Fraksi PDI Perjuangan, Wakil Ketua II Pimpinan DPRD, Nova Selvia dari Fraksi PKB. Kemudian angota komisi lainnya dari masing-masing Partai yang juga hadir dari Partai Nasdem, Amilson Assau, Dugan PDI Perjuangan, Arianson- Golkar, Damek-PKB dan Rinaldy Castila E.Nanyan-PKPI.

Bertempat di aula Kecamatan Banama Tingang, acara reses dimulai pada pukul 12.00 WIB  dipimpin langsung oleh Camat Banama Tingang, Sem Hermawan Bodoi sekaligus sebagai moderator acara.

Sebagai pembuka Camat Banama Tingang mengucapkan Terima Kasih kepada seluruh anggota dan pimpinan DPRD yang hadir serta kepala desa, Sekdes, damang dan komponen masyarakat lainnya. Semoga aspirasi masyarakat yang disampaikan nantinya dapat menjadi perhatian serius anggota dan pimpinan DPRD yang hadir.

Dirinya berharap segala usulan yg menjadi prioritas dan keperluan mendesak dan penting dari setiap desa dapat terakomodir pada anggaran APBD tahun 2020 mendatang.

Dari catatan Dayak Pos, banyaknya usulan dari kepala desa akan kebutuhan masyarakat, disampaikan melalui anggota DPRD nantinya berharap agar alokasi anggaran bisa ditambah untuk kecamatan Banama Tingang. Mengingat kebutuhan masyarakat atas sarana pendidikan, keagaman dan infrastruktur sangat lah menjadi hal serius yang perlu dipenuhi.

Kades Tangkahen, Jhon Bilo ketika dimintai komentar dan harapannya kepada Dayak Pos mengatakan, banyak infrastruktur yang belum terselesaikan dan yang menjadi kebutuhan warganya, sementara Alokasi Dana Desa yang ada tidak cukup untuk kebutuhan tersebut.

Disamping itu, ada ruas kabupaten yang tak bisa ditangani karena khawatir terjadi tumpang tindih anggaran, juga desa Tangkahen adalah desa Destinisasi Wisata Budaya yang perlu dikembangkan dan dipromosikan dengan harapan akan mampu mendongkrak pendapatan daerah kabupaten, dan secara otomatis pula akan meningkatkan pendapatan dan perekonomian warga desanya. (HM)