Rakor Inflasi, Mendagri Ingatkan Daerah Waspadai Lonjakan Harga Pangan

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko bersama pejabat lainnya saat mengikuti Rakor yang dipimpin Menteri Dalam Negeri secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Senin (6/4/2026).(Media Dayak/Biro Adpim)
Palangka Raya, Media Dayak 
 
Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Senin (6/4/2026). 
 
Rakor ini juga dirangkaikan dengan pembahasan DAK Non Fisik serta evaluasi dukungan daerah terhadap program 3 juta rumah.
 
Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang dapat memicu inflasi.
 
“Kementerian Pertanian perlu mendorong produksi agar tidak bergantung pada satu daerah, khususnya untuk komoditas bawang merah,” ujarnya.
 
Selain itu, ia juga meminta penguatan pengawasan distribusi bahan pokok seperti daging, telur ayam ras, dan minyak goreng agar stabilitas harga tetap terjaga di pasaran.“Kita harus waspada dan memastikan ketersediaan pangan tetap aman serta harga terkendali,” tegasnya.
 
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi nasional pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,41 persen secara bulanan dan 3,48 persen secara tahunan. Untuk Kalteng, inflasi tercatat sebesar 3,86 persen yang didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
 
Rakor ini diikuti oleh jajaran kementerian/lembaga serta pemerintah daerah se-Indonesia sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di daerah.(Adpim/Ytm/Lsn)