PWI Kalteng Diskusi Bahas Masa Depan Bisnis Media

Inspektorat Kalteng, Sapto Nugroho menyerahkan cinderamata kepada peserta diskusi forum Pemred.(Media Dayak/Asep)
Palangka Raya, Media Dayak
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah membahas masa depan bisnis media. Pembahasan tersebut dilakukan dalam diskusi forum pemimpin redaksi di Neo Hotel Palangka Raya, Sabtu (11/09/2020).
Acara tersebut menghadirkan narasumber Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Yudo Herlambang. Dia menyampaikan materi tentang kondisi ekonomi Kalteng dan pengaruhnya terhadap bisnis media.
Disambung narasumber kedua, yaitu Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi yang menyampaikan materi strategi bisnis media di tengah pandemi Covid-19.
Kegiatan tersebut juga menyampaikan testimoni kondisi bisnis media terkini oleh Ketua IJTI, Ketua AMSI, Ketua SPS dan Ketua SMSI Provinsi Kalteng.
Ketua PWI Kalteng, H M Haris Sadikin dalam laporannya mengatakan, kegiatan diskusi diawali dari keresahan pekerja media. “Banyak pekerja media datang ke PWI Kalteng mengeluh tentang susahnya bisnis media,” katanya.
Forum diskusi Pemred diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi agar dapat bisnis media lebih berkembang. “Minimal kembali seperti keadaan sebelum adanya pandemi Covid-19,” ucapnya.
Haris percaya ada solusi untuk setiap masalah. Seperti mencari mitra baru agar bisnis media bisa bertahan. “Sehinga perusahaan media tidak perlu melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pemotongan gaji karyawan,” terangnya.
Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, dalam sambutan yang dibacakan Inspektur Kalteng Sapto Nugroho, menyampaikan apresiasi kepada PWI Kalteng yang menggelar diskusi untuk pertahankan eksistensi media massa.
“Pemprov prihatin dengan situasi saat ini. Dan sudah ambil kebijakan untuk meningkatkan nilai kerja sama dengan sejumlah media massa lokal di Kalteng,” terangnya.
Gubernur menegaskan, kondisi itu menuntut perusahaan media taat azas administrasi agar realisasi anggaran Pemprov Kalteng dapat berjalan lancar.
Di sisi lain, Gubernur menyatakan, kritik dari media merupakan hal lumrah. “Tapi kritik jangan sampai menimbulkan keresahan. Harus ingat disertai tanggung jawab sosial. Pemprov akan bantu secara proporsional, profesional dan transparan,” tutupnya.(aw)