PT Pada Idi Mengelar Kegiatan Penyuluhan dan Pelatihan Cegah Stunting

PELATIHAN DAN PENYULUHAN-Kader Posyandu Desa papar Pujung Kecamatan Lahei Barat foto bersama usai mengikuti pelatihan dan penyuluhan terkait pencegahan stuunting, Kamis (23/3/2023).(Media Dayak/Ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut), PT Pada Idi melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan bagi para kader posyandu di desa setempat.

 

Melalui program CSR, PT Pada Idi melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan Pembuatan Makanan Tambahan untuk balita  bidang kesehatan terkait dengan kasus stunting yaitu melalui Program Posyandu Parenting Mandiri, Kamis (23/3/2023).

 

Pelatihan ini dilaksanakan di Kantor Desa Papar Pujung dan dihadiri oleh Kader Posyandu dan para ibu dari Desa Papar Pujung. Pelatihan ini juga menghadirkan Ahli Gizi Puskesmas Kecamatan Lahei Barat dan Pendamping KB dari Kecamatan Lahei Barat.

 

Agus Nurdiansah, selaku CSR PT Pada Idi mengungkapkan bahwa kegiatan penyuluhan stunting dan pelatihan pembuatan makanan tambahan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan pemahaman yang lebih dalam untuk Kader Posyandu akan isu stunting.

 

“Kegiatan ini juga ditujukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat makanan tambahan,” jelas Agus kepada wartawan, Kamis (23/3/2023).

 

Menurut Agus, Kader Posyandu hingga Kades Papar Pujung menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan sebanyak dua kali pada Januari 2023 lalu ini.

 

“Program ini merupakan bentuk kepedulian kami akan isu stunting yang ada. Semoga kegiatan ini bisa memberikan dampak yang positif bagi seluruh pihak dan turut serta menjadi kontribusi kami, PADA IDI , dalam menurunkan angka stunting di Indonesia, khususnya di wilayah Barito Utara,” pungkas Agus.

 

Sementara sa salah satu kader posyandu mengatakan pelatihan ini merupakan hal baru bagi para kader posyandu di Desa Papar Pujung, sebelumnya kami belum pernah mengikuti kegiatan seperti ini. “Diharapkan kegiatan pelatihan untuk kader posyandu ini bisa terus dilaksanakan,” ungkap salah satu kader posyandu (S).

 

Kepala Desa Papar Pujung Indah, kegiatan ini cukup menarik dan sangat bermanfaat bagi ibu-ibu karena mereka bisa mendapatkan pengetahuan dan praktik langsung membuat makanan tambahan tersebut.

 

“Dengan adanya pelatihan ini, kader posyandu di desa kami bisa membuat makanan yang bergizi untuk anaknya dan peserta posyandu” ungkap Kepala Desa Papar Pujung, Indah.

 

Dikatakan Indah terdapat 4 (empat) menu yang dipraktikkan dalam pelatihan ini. Menu yang dipraktikkan tidak perlu menggunakan bahan-bahan yang mahal dan banyak. Bahan bahan yang digunakan seperti tepung beras, ikan, telur, sayuran, dan lainnya.

 

Dijelaskannya dengan 3-5 macam bahan saja, kader posyandu bisa membuat makanan tambahan yang bervariasi sehingga anak tidak bosan memakannya. Meskipun demikian, menu makanan yang dibuat harus memenuhi 3 unsur yaitu memiliki gizi yang cukup, aman, dan memiliki rasa yang enak.

 

Pelatihan pembuatan makanan tambahan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan kader-kader posyandu dan meningkatkan keterampilan dalam menyusun menu dan membuat makanan tambahan untuk balita.(lna/Lsn)

 

 

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait