Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Gumas Eigh Manto.(Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun,Media Dayak
Sektor perikanan di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menunjukkan geliat yang dinamis sekaligus penuh tantangan. Di satu sisi, budidaya perikanan terus memperlihatkan tren pertumbuhan yang menjanjikan, namun di sisi lain, perikanan tangkap justru mengalami tekanan serius akibat berbagai faktor lingkungan dan sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Gumas Jaya Samaya Monong melalui Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Gumas Eigh Manto,Kamis (9/4).
Eigh Manto yang karib disapa Eg menjelaskan, data terbaru mencatat, produksi perikanan budidaya tahun 2023 mencapai 1.252,26 ton. Angka ini meningkat pada tahun 2024 menjadi 1.312,95 ton, sebelum sedikit terkoreksi pada tahun 2025 dengan capaian 1.277,37 ton.”Meski mengalami fluktuasi, sektor ini tetap menunjukkan ketahanan dan potensi besar untuk terus berkembang,”kata Eg.
Sementara, untuk komoditas ikan patin,Eg akui tetap konsisten menjadi tulang punggung produksi setiap tahunnya, disusul ikan nila dan gurami yang juga terus didorong pengembangannya sebagai komoditas unggulan daerah.
“Upaya serius terus dilakukan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunung Mas untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor ini. Berbagai program strategis digulirkan, mulai dari bantuan benih dan pakan ikan kepada kelompok pembudidaya, penguatan kelembagaan kelompok, hingga pengembangan komoditas unggulan berbasis potensi lokal,”jabar Eg.
Namun, kondisi berbeda justru terjadi pada sektor perikanan tangkap yang disebutkan Eg mengalami penurunan signifikan.”Kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan rakyat, pencemaran ekosistem perairan, serta berkurangnya jumlah nelayan menjadi faktor utama yang memukul sektor ini,”tegas Eg.
Tak hanya itu,menurut Eg, alih fungsi lahan menjadi perkebunan turut mempersempit wilayah tangkap, membuat aktivitas nelayan semakin terhimpit. Ditambah lagi, profesi nelayan yang bukan menjadi mata pencaharian utama menyebabkan minat masyarakat untuk bertahan di sektor ini terus menurun.
“Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Tanpa langkah penanganan yang terintegrasi dan berkelanjutan, ketimpangan antara perikanan budidaya dan tangkap dikhawatirkan akan semakin melebar, sekaligus mengancam keberlanjutan sektor perikanan di Kabupaten Gunung Mas secara keseluruhan,”pungkas Eg.(Nov/Aw)











