PPLN Kuala Lumpur Tegaskan Pemilu Berjalan Kondusif Tanpa Intervensi Pihak Manapun

Kuala Lumpur, Media Dayak 

Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri secara bertahap telah melakukan pencoblosan Pemilu 2024 sesuai jadwal yang telah ditentukan. WNI di Malaysia melakukan pencoblosan Pemilu 2024 di TPLSN yang tersebar di sejumlah titik, salah satunya berlokasi di World Trade Center (WTC), Kuala Lumpur. Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Kuala Lumpur, Omar Faruk, mengatakan pencoblosan itu dilaksanakan dengan antusias oleh warga.

Bacaan Lainnya

Dalam sebuah video di media sosial seperti dilihat detikcom, Minggu (11/2/2024), terlihat WNI memadati kawasan WTC hingga membeludak. PPLN tampak mengatur alur pencoblosan para pemilih yang datang berduyun-duyun. Tampak WNI berjalan mengikuti alur yang telah disediakan. Tak sedikit dari mereka yang mengangkat ponsel mengabadikan momen pencoblosan di seberang Tanah Air.

“Betul bahwa pemilu di Kuala Lumpur diselenggarakan hari ini, Minggu, 11 Februari 2023 di WTC,” kata Omar Faruk. Omar Faruk mengatakan WNI yang datang antusias mengikuti perhelatan pemilu. Menurutnya, proses pengambilan suara berjalan lancar di Malaysia.

Namun, antusiasme WNI di Malaysia tersebut terganggu oleh beredarnya vide hoax Pemilu di Malaysia. PPLN di Kuala Lumpur dengan cepat merespons hal tersebut agar tidak pelakasanaan Pemilu.

“Video-video yang beredar dan viral di media sosial terkait dengan isu pencurian surat suara, penyuapan pihak POS Malaysia untuk mendapatkan surat suara dan keterlibatan pejabat pemerintah dalam memanipulasi Pemilu tersebut merupakan tuduhan yang tidak berdasar yang dilakukan oleh oknum tertentu yang memiliki kepentingan dalam Pemilu 2024. PPLN juga secara intens melakukan komunikasi dengan KPU RI serta telah mengklarifikasi isu-isu hoax yang beredar di media sosial tersebut.” Tegas Umar faruk

Ketua PPLN Malaysia juga dengan tegas membantah keterlibatan BIN a.n Hermanto yang mengintervensi PPLN maupun Panwaslu KL dalam proses tahapan Pemilu. Menurutnya, tuduhan tersebut sengaja dilakukan oleh oknum-oknum tertentu untuk mendiskreditkan BIN sebagai lembaga pemerintah.

Senada dengan Umar Faruk, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia, Hermono menegaskan bahwa tidak benar ada keterlibatan intelijen dalam Pemilu di Kuala Lumpur. Hal ini merespons video beredar yang menuduh intelijen terlibat dalam pelaksanaan Pemilu 2024 di wilayah tersebut.

“Kalaupun ada pihak luar yang mencoba melakukan intervensi, kan kembali PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri), mau enggak diintervensi?” jelas Hermono.(Ist/Lsn)

 

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait