Posyandu Terintegrasi Lentera Buana Desa Batu Raya I Dinilai

PENILAIAN POSYANDU-Bupati Barito Utara H Nadalsyah didampingi Ketua TP PKK Hj Sri Hidayati foto bersama pejabat lainnya serta tim penilai lomba posyandu tingkat Provinsi Kalteng, Senin (26/8) di Desa Batu Raya I, Kecamatan Gunung Timang.(Media Dayak: Diskominfosandi barut)
Muara Teweh, Media Dayak

                Posyandu Terintegrasi Lentera Buana Desa Batu Raya I, Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara (Barut) yang merupakan Posyandu terbaik pada penilaian di tingkat Kabupaten Barito Utara beberapa waktu lalu, pada Senin (26/8) dinilai oleh tim penilai lomba dari Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (26/8).

Penilaian lomba posyandu tingkat Provinsi Kalteng ini dihadiri Ketua Pokja IV TP PKK Provinsi Kalteng, dr Muhammad Fitriyanto Leksono, selaku ketua tim penilai posyandu tingkat Provinsi Kalteng beserta rombongan.

Bupati Barito Utara H Nadalsyah dalam sambutannya pada pembukaan penilaian lomba posyandu tingkat Provinsi Kalteng mengatakan bahwa posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan yang bersumber daya pada masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat dalam penyelengaraan pembangunan kesehatan.

“Hal ini guna memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat, dalam hal memperoleh pelayanan kesehatan dasar, yang khususnya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi,” kata bupati Nadalsyah saat membuka penilaian lomba Posyandu.

Dikatakan Bupati, kesehatan bukanlah tanggungjawab pemerintah saja, namun merupakan tanggungjawab kita bersama antara pemerintah dan masyarakat termasuk dunia usaha, sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas merupakan modal utama atau investasi dalam pembangunan kesehatan.

“Untuk memantapkan upaya tersebut dan dalam rangka pengintegrasian layanan sosial dasar di Posyandu yang memerlukan peran serta pemerintah daerah dan lintas sektor. Program pengintegrasian antara Posyandu dengan pendidikan anak usia dini dan bina keluarga balita  adalah merupakan upaya peningkatan kualitas SDM sejak dini, usia dini atau balita membutuhkan kualitas kesehatan dan pendidikan yang maksimal dan memadai, ini diharapkan bisa diperoleh melalui kegiatan di posyandu,” kata bupati yang akrab disapa H Koyem ini.

Jadi katanya lagi, maksud pengintegrasian ini adalah semua pelayanan dilakukan di satu tempat oleh para kader-kader di masyarakat, demikian pula dengan pengelolaannya, saling berkoordinasi dan bekerja sama antara pelayanan di posyandu, pendidikan anak usia dini  dan bina keluarga balita.

Lebih lanjut Koyem mengatakakn pengintegrasian layanan sosial dasar di posyandu adalah suatu upaya menyinergikan berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat meliputi perbaikan kesehatan dan gizi, pendidikan dan perkembangan anak, peningkatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan keluarga dan kesejahteraan sosial.

Dijelaskan bupati, kegiatan-kegiatan pengembangan di posyandu Terintegrasi Lentera Buana ini, tidak hanya pada kegiatan kesehatan ibu dan anak, gizi, keluarga berencana saja, tetapi berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti bina keluarga balita (BKB), pendidikan anak usia dini (PAUD), bina keluarga remaja (BKR), bina keluarga lansia (BKL), ekonomi keluarga, dan penyuluhan-penyuluhan pengendalian penyakit menular, perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS,  hiv/aids dan lain-lainnya.

“Penilaian lomba posyandu ini tentunya juga menjadi sarana yang sangat baik bagi kami untuk meminta masukan-masukan positif dan sebagai bahan evaluasi agar ke depannya posyandu ini semakin maju. Tahun ini posyandu Terintegrasi Lentera Buana di Desa Batu Raya I Kecamatan Gunung Timang sebagai juara pertama lomba posyandu terbaik tingkat Kabupaten Barito Utara sekaligus mewakili Barito Utara dalam lomba posyandu terbaik tingkat Provinsi Kalteng  yang kita laksanakan pada hari ini,” pungkasnya.(lna)