Positif Covid-19 Meningkat, Wabup Imbau Warga Tetap Patuhi Prokes

MENGIMBAU – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Lamandau terus naik, Wakil Bupati (Wabup) Lamandau, Riko Porwanto mengimbau kepada warga agar selalu mematuhi Prokes. Nampak sejumlah warga Kecamatan Menthobi Raya, saat menjalani swab test, beberapa waktu lalu. (Media Dayak/Tin/Rsn)
Nanga Bulik, Media Dayak
Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Lamandau dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tercatat, hingga Sabtu (12/12), positif Covid-19 di Lamandau sebanyak 208 kasus, yang terdiri dari 168 orang dalam perawatan, sembuh 38 orang dan 2 orang meninggal dunia.
Melihat semakin banyaknya kasus positif Covid-19 saat ini, Wakil Bupati Lamandau, Riko Porwanto, mengaku prihatin. Dirinyapun mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) guna memutus rantai penyebaran virus corona di Bumi Bahaum Bakuba. “Saya mengimbau masyarakat untuk tetap mentaati prokes yang sudah ditetapkan Pemda. Jangan bepergian keluar daerah kalau tidak penting, selalu jaga imunitas tubuh dengan minum multivitamin ataupun obat herbal untuk menjaga kondisi badan tetap sehat,” ungkapnya, saat dikonfirmasi Wartawan, Sabtu lalu.
Tak hanya itu, Wabup juga meminta warganya untuk melaporkan ke tim gugus tugas apabila menemukan ada indikasi warga diduga terpapar covid19, sehingga bisa cepat diambil tindakan.
Sementara, terkait dengan adanya sejumlah ASN yang juga terpapar Covid-19, Wabup mengatakan bahwa tim gugus tugas Covid-19 Lamandau terus berupaya untuk melakukan pencegahan dan penanganan sesuai aturan yang berlaku. “Untuk saat ini, swab test terus dilakukan kepada warga yang reaktif saat rapid test dan hasil tracking dari warga yang positif,”jelasnya.
Terpisah, Ketua Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Lamandau, H Hendra Lesmana, melalui Sekretarisnya, Muhammad Irwansyah menyampaikan bahwa tim telah bekerja maksimal sehingga mampu memberikan data akurat untuk mendeteksi sebaran Covid di masyarakat. “Semakin masif kita melakukan swab masal , maka semakin baik, kita bisa dapat data akurat sebagai bahan untuk menetapkan langkah selanjutnya,” jelasnya.
Diakuinya, adapun langkah kedepan selain terus melakukan 3T (Testing, Tracking, Treatment) sebagaimana di instruksikan ketua gugus tugas, tim juga telah menyiapkan alternatif ruang isolasi di mess desa, yakni mengoptimalkan mess yang ada serta aula dengan cara pembuatan sekat geser dan pemenuhan penunjang lainnya. “Alternatif berikutnya apabila kapasitas mess desa overload maka akan ada pemilahan khusus ASN diarahkan isolasi mandiri di rumah, kemudian di tiap kecamatan sedang proses koordinasi guna menyiapakan tempat isolasi menggunakan fasum dan fasos yang ada,”pungkasnya. (Tin/RHF)