Positif Berpartisipasi Di Pilgub 2020, Abdul Razak : Saya Maju Bukan Untuk Menangkan Petahana

H. Abdul Razak

Palangka Raya, Media Dayak

       Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Abdul Razak, meenegaskan bahwa dirinya tidak main-main, untuk maju sebagai calon gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang akan diselenggarakan secara serentak pada tahun 2020.

“Niat untuk maju sebagai calon Gubernur itu bukan strategi ataupun upaya memuluskan kemenangan Sugianto Sabran yang merupakan Petahana di Pilkada. Saya harus akui, Sugianto (Gubernur Kalteng) merupakan keluarga atau cucu saya. Tapi itu tidak ada kaitannya dengan pencalonan saya. Kalaupun harus berhadapan dengan petahana (Sugianto), apa boleh buat,”Ucap Razak, saat dibincangi media ini, di Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar, jalan Imam Bonjol, Jumat (4/10).

Anggota DPRD Kalteng terpilih Periode 2019 – 2024 ini juga mengatakan, dirinya mendapat informasi dari berbagai pihak yang menyebutkan bahwa dirinya tidak serius maju di Pilkada Kalteng. Bahkan, sekalipun sudah mendaftar ke sejumlah parpol dianggap hanya bagian dari strategi. Namun, informasi tersebut sangat wajar tersebar di kalangan masyarakat. Sebab, hubungan keluarga dengan Sugianto menimbulkan keraguan dan mempertanyakan keseriusannya maju dan mencalon di Pilkada 2020.

“Saya pastikan informasi itu salah. Secara tegas saya nyatakan, saya serius dan tidak main-main maju di Pilkada Kalteng 2020. Sekalipun harus berhadapan dengan Petahana. Hal ini dikarenakan provinsi Kalteng ini memerlukan figur pemimpin yang bisa mengayomi semua pihak, baik suku, agama, ras dan antar golongan,”Ujarnya.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau dan Sukamara ini juga menuturkan, Provinsi Kalteng merupakan wilayah yang heterogen, sehingga kebersamaan harus paling utama diperhatikan serta dijalankan seorang pemimpin dalam memimpin daerah ini.

“Saya maju dan mencalon di Pilkada Kalteng juga karena diminta banyak kalangan, dan berbagai pertimbangan, termasuk dari Ketua dan kader Golkar se-Kalteng,”Pungkas mantan Bupati Kabupaten Kobar ini.(Nvd)