Pola Pikir ASN Gumas Sudah Berubah

Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing. (Media Dayak/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

Perubahan pola pikir dan perilaku di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat diperlukan. Hal itu guna memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik dan bertanggung jawab. Demikian dikatakan Wakil Bupati (Wabup) Gunung Mas (Gumas) Efrensia LP Umbing, Jumat (1/4).

“Kita bersyukur hal itu sudah terjadi di Aparatur Sipil Negara Kabupaten Gunung Mas. Kami (Jaya-Efrensia) menginginkan hal itu harus terus terjadi. Kabupaten Gunung Mas tidak akan cepat maju kalau Aparatur Sipil Negara kita masih dengan pola pikir dan perilaku lama. Perubahan itu harus terjadi,” ungkap Efrens.

Wabup menuturkan, pembinaan yang dilakukan terhadap ASN, di antaranya pembinaan mental dan spiritual, menyebabkan terjadinya perubahan pola pikir dan perilaku. Pola pikir dan perilaku lama mulai ditinggalkan dan mengalami pembaharuan menuju pribadi yang semakin lebih baik, memberi teladan ke masyarakat dalam perbuatan dan pola pikir.

“Tidak berkompromi dengan narkoba, tidak berselingkuh, tidak korupsi, tidak terlibat perjudian, minuman keras dan perbuatan daging lainnya. Itu semua pola pikir dan perilaku lama yang harus dimatikan, dan berubah oleh pemahaman nilai-nilai agama menuju hidup yang berkenan dipemandangan Tuhan dan manusia,” tuturnya.

Perubahan lainnya yang telah terjadi dan harus terus terjadi di kalangan ASN Gumas, yakni disiplin dan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan kewajiban, integritas dan dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan.

“Tidak kalah pentingnya, Aparatur Sipil Negara di wilayah ini harus kerja keras dan kerja cerdas, terus meningkatkan sinkronisasi dan koordinasi dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban, sehingga tercapai hasil yang optimal. Kita ingin pelaksanaan pembangunan di wilayah ini berjalan cepat, tepat dan terukur,” ujar Efrens.

Perubahan pola pikir dan perilaku tidak hanya di kalangan ASN, di masyartakat pun harus terjadi. Hal itu untuk mewujudkan Kabupaten Gumas yang bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera dan mandiri.

“Perubahan itu sebuah keniscayaan. Kita (Gumas dan Masyarakat) tidak akan maju dan sejahtera kalau hanya menerima tanpa bertindak, kalau hanya menonton tanpa menjadi pemain, kalau hanya diam tanpa bereaksi,”  tegas Wabup menutup. (Nov/Aw).