Plt Kadinsos Gumas Tancap Gas! Sekolah Rakyat Permanen Dikebut, Ribuan Harapan Anak Miskin Mulai Ditata dari Sekarang

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Baryen
Kuala Kurun, Media Dayak
Baru beberapa hari dipercaya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), terhitung sejak 1 Juli 2026, fokus utama Plt Kadinsos Gumas Baryen langsung diarahkan pada percepatan program strategis nasional, yakni Sekolah Rakyat (SR), yang menjadi salah satu prioritas Presiden melalui Kementerian Sosial.
Baryen menegaskan, program Sekolah Rakyat menjadi pekerjaan paling mendesak yang harus segera dituntaskan karena saat ini memasuki masa transisi dari Sekolah Rakyat Rintisan yang telah beroperasi di Jalan Sangkurun menuju pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun.
“Kalau melihat skala prioritas, yang paling mendesak saat ini adalah fasilitasi Sekolah Rakyat. Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan Sekolah Rakyat sekaligus menjadi masa transisi menuju Sekolah Rakyat permanen yang sedang dibangun di Desa Tumbang Tambirah,” ujar Baryen, Senin (13/7/2026).
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Gumas itu menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir tim dari Kementerian Sosial (Kemensos) telah berada di Gumas untuk melakukan koordinasi sekaligus meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, terutama menjelang penerimaan peserta didik baru.
Baryen mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas telah bergerak cepat menyiapkan seluruh kebutuhan administrasi maupun teknis, termasuk proses rekrutmen calon siswa. Salah satu tahapan penting dilakukan melalui rapat pleno pada Jumat (10/7/2026) kemarin untuk memverifikasi dan menetapkan daftar calon peserta didik yang memenuhi syarat.
“Hasil pleno ini nantinya akan menjadi dasar penyusunan konsep Surat Keputusan Bupati sebagai landasan hukum penetapan siswa baru Sekolah Rakyat. Semua proses dilakukan secara cermat agar tepat sasaran,” tandasnya.
Meski demikian,Baryen yang juga Asisten II Setda Gumas menegaskan seluruh tahapan tetap mengacu pada arahan dan koordinasi dari Kemensos selaku leading sector program Sekolah Rakyat. Pemerintah daerah, kata dia, berperan sebagai fasilitator agar seluruh proses dapat berjalan lancar sesuai ketentuan pemerintah pusat.
“Hari itu kami juga berdiskusi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) serta Balai Besar Kementerian Sosial. Berdasarkan hasil koordinasi dan peninjauan lapangan, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat permanen di Gunung Mas diperkirakan akan dimulai pada 31 Juli 2026. Secara nasional memang diarahkan mulai 14 Juli, namun melihat kesiapan daerah, tanggal 31 Juli dinilai menjadi pilihan yang paling realistis,” terangnya.
Ia menambahkan, Kepala Balai Besar Kementerian Sosial, Iman, turut hadir di Gumas untuk memastikan seluruh kesiapan berjalan optimal, termasuk meninjau langsung lokasi Sekolah Rakyat permanen bersama jajaran pemerintah daerah.
Selain fokus pada percepatan Sekolah Rakyat, Baryen mengaku Dinsos juga tetap siaga menghadapi berbagai kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat, terutama bencana alam. Belum lama ini, bencana yang terjadi di wilayah Tumbang Lapan langsung direspons dengan menerjunkan tim Dinas Sosial bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke lokasi guna memberikan penanganan dan bantuan kepada masyarakat terdampak.
“Kami harus mampu berjalan di dua sisi sekaligus. Di satu sisi mempercepat program strategis nasional seperti Sekolah Rakyat, di sisi lain tetap sigap memberikan pelayanan kemanusiaan ketika terjadi bencana. Itulah komitmen kami dalam menjalankan tugas untuk masyarakat Gunung Mas,” pungkas Baryen.(Nov/Aw)