PLN Buka Suara Soal Pemadaman Bergilir di Gumas, Target Berakhir 5 Agustus Jika Tak Ada Gangguan Baru!

Manajer PLN ULP Kuala Kurun, Satria Kende.(Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Manajer PLN ULP Kuala Kurun, Satria Kende, akhirnya angkat bicara terkait pemadaman listrik bergilir yang dalam beberapa pekan terakhir memicu keluhan luas dari masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Gunung Mas (Gumas).

Ia menegaskan, pemadaman yang terjadi bukan disebabkan tingginya kebutuhan listrik di Gumas semata, melainkan merupakan dampak dari terganggunya sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan Selatan–Kalimantan Tengah (Kalselteng) akibat sejumlah unit pembangkit mengalami gangguan secara bersamaan.

“Yang terdampak bukan hanya Gunung Mas ya, tetapi sistem interkoneksi secara keseluruhan. Karena itu, untuk menjaga kestabilan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, dilakukan manajemen beban melalui pemadaman bergilir,” ujar Satria Kende kepada mediadayak.id, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, besaran defisit daya bersifat dinamis karena bergantung pada kondisi pembangkit yang keluar maupun masuk ke dalam sistem. Oleh sebab itu, PLN tidak dapat menetapkan angka pasti mengenai kekurangan daya yang terjadi setiap saat.

Meski demikian, ia memastikan proses pemulihan terus menunjukkan perkembangan positif. Per 28 Juli 2026, PLTU TPI Tanjung Unit 1 telah kembali beroperasi sehingga durasi pemadaman bergilir berhasil ditekan dari sekitar enam jam menjadi rata-rata tiga jam.

PLN kini menargetkan PLTU SLK Unit 1 di Gumas dapat kembali masuk ke sistem pada 5 Agustus 2026. Apabila target tersebut tercapai dan tidak muncul gangguan baru pada pembangkit lainnya, kebutuhan beban listrik diproyeksikan dapat terpenuhi sehingga pemadaman bergilir tidak lagi diperlukan.

“Kami tetap akan menyesuaikan kondisi sistem secara real time. Saat ini status sistem masih siaga sehingga apabila terjadi gangguan pembangkit ataupun gangguan lain, potensi pemadaman masih tetap ada,” jelasnya.

Satria menambahkan, kondisi sistem kelistrikan Kalselteng diproyeksikan benar-benar kembali normal setelah PLTU Asam-Asam Unit 3 beroperasi sesuai target pada 25 Agustus 2026. Tambahan pasokan dari pembangkit tersebut diyakini akan memperkuat cadangan daya sekaligus meningkatkan keandalan sistem secara menyeluruh.

Menanggapi menurunnya kepercayaan masyarakat akibat seringnya pemadaman, Satria menegaskan PLN berkomitmen tidak hanya mempercepat pemulihan,tapi juga melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan.

“Kami memahami kepercayaan masyarakat sedang diuji. Karena itu, komitmen kami bukan sekedar memulihkan kondisi secepatnya, tetapi juga meningkatkan keandalan sistem agar pelayanan kelistrikan ke depan semakin baik,” tegasnya.

PLN, lanjut dia, akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama seluruh unit terkait untuk memastikan seluruh pembangkit yang mengalami gangguan dapat kembali beroperasi sesuai target, sekaligus memperkuat koordinasi agar sistem kelistrikan semakin andal.

Ia juga mengakui bahwa kepercayaan publik hanya dapat dipulihkan melalui tindakan nyata, bukan sekedar janji.

“Kepercayaan masyarakat dibangun melalui hasil yang benar-benar dirasakan. Karena itu kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga komunikasi yang terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat,” kata Satria.

Terkait banyaknya pelaku usaha di Gumas yang mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman listrik berkepanjangan, Satria menyatakan PLN memahami dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Kami tidak menutup mata terhadap berbagai keluhan, kritik maupun masukan yang disampaikan. Justru seluruh aspirasi itu menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kami ke depan semakin baik,” ujar dia.

Mengenai tuntutan ganti rugi yang mulai disuarakan sebagian masyarakat, PLN menyatakan menghormati aspirasi tersebut. Namun, hingga saat ini belum terdapat ketentuan khusus yang mengatur mekanisme kompensasi sebagaimana tuntutan yang berkembang.

“Untuk mekanisme ganti rugi seperti yang disampaikan saat ini memang belum ada ketentuan yang mengaturnya secara khusus. Sementara hak-hak pelanggan yang telah diatur dalam regulasi tetap akan kami jalankan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Ia menegaskan, fokus utama PLN saat ini adalah mempercepat pemulihan sistem agar aktivitas masyarakat dan dunia usaha di Gumas dapat kembali berjalan normal.

“Kami akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan menjadikan setiap masukan sebagai bahan evaluasi demi menghadirkan pelayanan kelistrikan yang semakin andal dan berkualitas,” pungkasnya.(Nov/Aw)