Persiapan Pemindahan Ibukota, Dewan Pertanyakan Kajian Sosial, Budaya dan Lingkungan

Palangka Raya, Media Dayak

      Meski memberikan dukungan pemindahan Ibukota Negera ke Kalimantan Tengah (Kalteng). Namun, sejumlah Anggota DPRD Kalteng menekankan agar wacana pemindahan Ibukota ini harus dilakukan kajian yang mendalam, baik itu kajian mengenai sosial budaya maupun kajian lingkungannya.

Kita welcome saja, apakah ibukota pemerintahan, namun dampaknya harus dikaji terlebih dahulu, terutama mengenai sosial budaya dan lingkungannya. Apakah ada jaminan dari Negera nantinya mengenai kedua masalah tersebut,Ucap Wakil Ketua DPRD Kalteng H Heriansyah, saat dibincangi media ini, di gedung dewan, Selasa (20/5) kemarin.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) II, meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan ini juga mengungkapkan, kedua masalah tersebut pasti akan menjadi masalah besar, jika benar-benar wacana tersebut nantinya direalisasikan. Terlebih masalah lingkungan, karena saat ini saja, sebelum ada wacana pemindahan ibukota masalah lingkungan sudah terjadi dimana-mana di daerah ini.

“Saat ini aja lingkungan kira sudah rusak, apalagi kalau kalau jadi ibukota Negara. Di Jakarta aja reklamasi-reklamasi baru sekarang terbongkar, apalagi tempat kita, dampaknya terhadap gambut kita bagaimana nantinya, ini yang saya bilang perlu kajian,Terangnya

Selain itu, sambung Heriansyah, wacana pemindahan ibukota ini harus benar-benar dikaji secara medalam, terutama masalah gambutnya. Terlebih pada lokasi yang sudah disediakan tersebut masih terdapat lahan gambut.

“Gambutnya inikan harusnya diperhitungkan juga, masalahnya posisi di wilayah disitu, harus dikaji juga secara gambutnya. Mengapa tidak di daerah yang memang tidak ada gambutnya sama sekali yang ditunjuk. Di daerah Gunung Mas sendiri misalnya, kalau masih ada Katingan di situ pasti masih ada gambut, Palangka Raya gambut, biar pasir atasnya bawah tetap ada gambut, pungkas legislator dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kalteng ini.(Nvd)