Perputaran Uang Kalteng Quality Expo 2019 Mencapai Rp3,5 Miliar

Palangka Raya, Media Dayak

     Perputaran uang pada kegiatan Kalteng Quality Expo 2019 sangat menggiurkan. Selama lima hari pelaksanaannya, perputaran uang pada kegiatan tahunan dalam rangka memperingati rangkaian hari jadi provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tersebut mampu mencapai Rp3,5 miliar.

Hj. Aster Bonawaty selaku penanggungjawab kegiatan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Prov. Kalteng menyampaikan bahwa omzet event ini melampaui target, dimana tahun lalu targetnya hanya Rp1,9 Milyar.

“Total omzetnya sampai saat ini, ini belum tutup ya, jam 10 baru tutup, seluruhnya 3,5 Milyar,” ucap Aster Bonawaty, Jumat (3/5) malam.

Kepala Disperindag Kalteng ini menyampaikan bahwa kuliner dan produk kerajinan rotan menjadi yang paling diminati di event Kalteng Quality Expo ini.

“Pertama memang kuliner,kemudian kerajinan rotan, tas dan lain sebagainya itu paling diminati,” lanjut Aster Bonawaty usai acara penutupan Kalteng Quality Expo, yang digelar di arena pameran Temanggung Tilung.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran melalui Asisten II Setda Kalteng, Nurul Edy menyebutkan, kegiatan ini menjadi sarana terbaik bagi kabupaten dan kota, BUMN, BUMD, hingga dunia usaha dalam mempromosikan prodak unggulannya kepada calon investor.

“Pemeritah sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk membantu mempromosikan produk unggulan daerah, ya salah satunya melalui kegiatan pameran ini. Dan ini menjadi sarana untuk meningkatkan pasar produk,” katanya.

Pemerintah sendiri akan terus melakukan evaluasi kearah yang lebih baik, menginigat pameran ini merupakan agenda tahunan.  Evaluasi itu bukan karena pelaksanaan yang sekarang terdapat kekurangan, namun karena pembenahan dilakukan karena upaya mempromusikan produk unggulan daerah memerlukan potensi besar.

Selama berlangsungnya kegiatan Kalteng Quality Expo banyak mendapat respon positif dari warga masyarakat khususnya Kota Palangka Raya. Sebab kegiatan ini tak hanya sebagai wahana pameran belaka, melainkan banyak informasi yang bisa diperoleh.

“Selain hiburan dan pameran produk lokal, kita juga bisa mendapat informasi karena banyak stand milik pemerintah dan swata yang teribat. Ya seperti stan Badan Keuangan Daerah, dan stand milik Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil,” ucapnya.

Sementara itu, mengenai pengembangan produk unggulan daerah, diharapkan semua pihak turut andil memajukan pengembangannya.  Hal  dikarenakan  jika hanya berharap pada even dan pembinaan dirasakan akan kurang maksimal untuk mendongkrak perkembangan industri saat ini.

Kabupaten dan kota juga diimbau memerhatikan program yang bersentuhan langsung dengan pengembangan produk kerajinan. Memang pada dasarnya pemerintah kabupaten dan kota telah memiliki program yang dimaksud, hanya tingkat ditingkatkan lagi.

“Potensi produk unggulan Kalteng sampai sejauh ini sudah bisa bersaing, tapi ini harus ditingkatkan lagi jika ingin menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkas Nurul Edy.(YM)