Perolehan Penerimaan Daerah Masih Belum Optimal

Pj.Bupati Gumas Herson B.Aden bersama unsur forkopimda, Sekda Richard, beberapa pejabat eselon tiga dan perwakilan Bank Kalteng cabang Kurun pada kegiatan optimalisasi PAD Gumas Sektor PBJT kerja sama dengan Kejari Gumas di Aula Bapperida, Senin (10/6). (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Berdasarkan laporan yang disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Kepala Bapenda) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kabupaten Gumas masih belum optimal dalam memperoleh penerimaan daerah, baik pajak maupun retribusi daerah.

Penjabat (Pj) Bupati Gumas Herson B.Aden menyampaikan hal itu kala membuka Kegiatan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gumas Sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gumas di Aula Badan Perencanaan Pembangunan,Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Senin (10/6).

“Pembangunan di Kabupaten Gunung Mas sangat bergantung pada pajak yang saudara bayarkan,”ujar Herson.

“Dari kondisi keuangan pendapatan kita saat ini, masih banyak yang harus kita tingkatkan untuk penerimaan daerah agar kita mandiri secara fiskal,”katanya.

Lebih jauh, Herson menjelaskan Pemkab Gumas tahun 2024 ini mentargetkan PAD sebesar Rp 78.221.390.775. Secara khusus untuk PBJT, target yang ada di bapenda sebesar Rp 4.337.000.000.

“Masih banyak yang harus kita tingkatkan untuk penerimaan daerah agar kita mandiri secara fiskal. Potensi yang ada di wilayah ini kalau dikelola dengan maksimal menjadi sumber pendapatan daerah,”sebut Herson.

Herson berharap kerjasama dengan kejari kedepan tidak hanya pbjt, tetapi juga objek pajak lainnya.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan semangat para wajib pajak untuk secara aktif melakukan pembayaran pajak, karena pajak ini dari kita dan untuk kita,”ucapnya.

Ia mengimbau wajib pajak, organisasi perangkat daerah dan seluruh pihak menjadi support system untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi melalui program pembangunan daerah sehingga Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat. Dengan begitu penerimaan pajak juga meningkat untuk pembiayaan pembangunan daerah.

Kepala Bapenda Gumas Edison menyampaikan, tujuan kegiatan sebagai edukasi terhadap wajib pajak tentang bagaimana tata cara perhitungan dan pembayaran secara khusus pbjt berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2024.

“Hasil kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Gunung Mas yang kami lakukan mulai Januari 2024, sehingga sekarang ini optimalisasi penerimaan sektor pajak bhtb sudah dilakukan terhadap lima perusahaan besar swasta di Kabupaten Gunung Mas yang belum memiliki izin hak guna usaha.Juga optimalisasi tentang pajak mineral bukan logam dan batuan lainnya,”terang Edison.

Dilanjutkan paparan bernas cukup panjang lebar dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gumas Sahroni,Kepala Bapenda Edison dan Sekretaris Daerah (Sekda) Gumas Richard. Kemudian pertanyaan dari beberapa kepala perangkat daerah dan wajib pajak.

Turut hadir, unsur forkopimda, beberapa kepala perangkat daerah dan pejabat eselon tiga, perwakilan Bank Kalteng cabang Kurun,beberapa wajib pajak dan tamu udangan lainnya. (Nov/Aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait