Peringati HBP Ke 61 Lapas Narkotika Kasongan Gelar Donor Darah

Salah seorang pegawai Lapas Narkotika Kasongan kelas II A Kasongan, saat mendonorkan darahnya dalam rangkaian  HBP, Selasa (15/4) kemaren, di RSUD Mas Amsyar – Kasongan.(Media Dayak/Ist)

Kasongan, Media Dayak

Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke 61 yang jatuh pada tanggal 27 April 2025 mendatang, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas II A Kasongan, bekerjasama dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kasongan menggelar kegiatan donor darah, Selasa pagi (15/4) kemaren, di RSUD Mas Amsyar – Kasongan 

Aksi donor darah ini diikuti oleh para petugas Lapas setempat, secara bergantian mengikuti proses pemeriksaan kesehatan dan pengambilan darah yang dilakukan oleh tim medis RSUD Mas Amsyar – Kasongan. Mereka selain bersemangat, juga antusias untuk mendonorkan darahnya, dengan harapan dapat memberikan mamfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkannya. 

Kepala Lapas Narkotika kelas II A Kasongan, Yurdani saat di konfirmasi, kepada sejumlah awak media mengatakan, aksi donor darah ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan yang digelar Lapas setempat, dalam rangka memperingati HBP ke 61, yang diikuti oleh para pegawai di Lapas setempat. “Ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama dan wujud solidaritas sosial serta merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena, masih diberikan kesehatan,” terangnya.

Bahkan, kegiatan donor darah ini menurutnya tidak hanya sekedar peringatan HBP saja, melainkan juga menjadi cermin semangat kepedulian sosial yang harus terus diperjuangkan. Intinya, dengan  bersama-sama berkomitmen untuk membantu sesama, kita dapat membangun lingkungan yang lebih inklusif dan peduli terhadap kebutuhan orang lain. “Sehingga, menciptakan masyarakat yang lebih kuat dan berbudaya,” ujarnya.

Pada dasarnya dirinya menekankan bahwa kegiatan donor darah ini sangatlah penting bagi petugas Lapas. Karena, sangat bermamfaat bagi masyarakat luas. “Dengan melalui kegiatan donor darah ini pula, kami ingin menunjukan bahwa petugas Lapas tidak hanya fokus pada pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) saja, tapi juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Karena, setetes darah yang didonorkan dapat menjadi harapan bagi kehidupan orang lain,” pungkasnya. (KAs/Aw)