Peringati DPCW ke-7, HWPL Gelar Pecae Walk di Palangka Raya

HWPL saat menggelar Peace Walk di Kota Palangka Raya, Minggu (19/3/2023).(Media Dayak/Ist)
 
Palangka Raya, Media Dayak 
 
Organisasi perdamaian internasional,  Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) Indonesia menggelar kegiatan Peace Walk di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (19/3/2023).
 
Kegiatan dalam rangka peringatan tahunan ke- 7  Deklarasi Perdamaian dan Pengakhiran Perang Declaration of Peace and Cessation of War (DPCW) yang dilaksanakan tepatnya tanggal 14 Maret lalu.
 
Relawan Perdamaian HWPL Indonesia, Kalimantan Tengah, Mey menjelaskan tujuan dari kegiatan yaitu, untuk pengajuan hukum perdamaian internasional  kepada Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB).
 
“Agar  hukum perdamaian internasional yang berisi 10 pasal dan 38 butir isi tersebut bertujuan untuk menghentikan perang secara internasional,”ujarnya.
 
DPCW diharapkan dapat berlaku di seluruh dunia. Salah satu isi dari butir yang ada di DPCW tersebut adalah penghentian penggunaan senjata, kerukunan umat beragama, hingga perdamaian dunia.
 
Tepatnya pada 8 Maret 2023 yang lalu juga DPCW telah melakukan  Indonesia Peace Forum bersama media – media di Indonesia, hingga hari ini melaksanakan kegiatan Peace Walk yang mana menyerukan perdamaian sambil melakukan really atau menyerukan jalan damai, sekaligus memperkenalkan HWPL dan DPCW kepada Indonesia.
 
HWPL tersebut merupakan organisasi non profit yang berpusat di Negara Korea Selatan dan juga ada di setiap negara, termasuk di Indonesia.
 
HWPL Indonesia melalui perwakilan Palangka Raya meminta restu agar organisasi ini dapat berdiri secara resmi secara umum di Indonesia.
 
DPCW menurut Mey, merupakan hukum internasional yang dibuat oleh HWPL dan ahli – ahli hukum internasional, yang diajukan ke PBB  demi penghentian perang. Karena di beberapa negara meminta perang segera berakhir.
 
Kehadiran HWPL di Indonesia sendiri menurutnya ke depan dapat lebih berkontribusi pada penghentian perang, karena dinilai Indonesia sendiri cukup banyak terdapat konflik-konflik, baik suku maupun agama.
 
Untuk pendirian HWPL di Indonesia sendiri menurutnya saat ini masih dalam proses, maka dari itu pihaknya saat ini sedang memperkenalkan HWPL melalui berbagai kegiatan ke masyarakat dan seluruh stakeholder.
 
“Untuk masyarakat Kota Palangka Raya, pertama salam kenal kami dari HWPL yang merupakan organisasi perdamaian internasional. Dalam kesempatan ini kami mengajak seluruh masyarakat dari setiap aspek, seperti pemimpin agama, para media, politisi, hingga ahli – ahli hukum untuk bisa bersama – sama bekerja menjaga perdamaian,” kata Mey.
 
Saat ini kata dia Palangka Raya terlihatnya baik dan aman-aman saja, tetapi hal itu harus dijaga agar tetap utuh.
 
“Kita tidak ingin terjadi lagi konflik-konflik seperti sebelumnya yang pernah terjadi di Kalimantan. Dan saya yakin ada banyak konflik terjadi, dan maka dari itu hukum perdamaian itu harusnya ditegakkan,” kata Mey di sela-sela kegiatan Peace Walk.
 
Penegakan hukum perdamaian internasional ini menurut dapat di mulai dari regional atau daerah seperti Palangka Raya.
 
“Oleh karena itu juga, kami berharap ke depan dari HWPL dapat bekerjasama dengan masyarakat dan tokoh – tokoh penting di Palangka Raya dan Kalimantan pada umumnya,” tambahnya. 
 
TENTANG HWPL
 
Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) adalah organisasi perdamaian internasional yang didirikan untuk pengakhiran perang untuk perdamaian dunia.
 
HWPL adalah organisasi non pemerintah yang terdaftar di Departemen of Global Communications (DGC) PBB dan Economic and Social Council (ECOSOC) PBB sebagai oragnisasi status konsultatif khusus dan terdaftar di Seoul, Korea. (Ist/Ytm/Lsn)
 
 
 
image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait