Perguruan Tinggi Harus Alokasikan Kuota Mahasiswa Kurang Mampu

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. (Media Dayak/MMC Kalteng)
 
Palangka Raya, Media Dayak 
 
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran meminta, perguruan tinggi di provinsi setempat untuk dapat mengalokasikan kuota untuk mahasiswa kurang mampu. Hal itu untuk pemerataan pendidikan. 
 
“Saya sudah minta pimpinan perguruan tinggi untuk mengalokasikan jatah untuk anak-anak yang kurang mampu. Agar mereka dapat merasakan perkuliahan juga,” terang Sugianto Sabran, Selasa (9/1/2024).
 
Menurut Sugianto Sabran, sekitar 96 ribu orang atau 60 persen dari tamatan SMA, yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi baru 30 persen saja, hal ini menunjukkan bahwa masih banyak anak-anak lulusan SMA di Kalteng tidak berkesempatan melanjutkan kuliah disebabkan banyak anak-anak yang tidak mampu atau dari keluarga miskin.
 
“Hal ini menjadi tugas kami dengan para bupati dan wali kota se-Kalimantan Tengah, untuk membantu biaya UKT dari pemerintah daerah bagi yang miskin supaya mereka berkesempatan untuk sampai ke jenjang S-1,” jelasnya.
 
Pemerintah Provinsi Kalteng fokus dalam percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya dengan memberikan dukungan pada mahasiswa agar tetap semangat dalam menjalani studi pada masing-masing perguruan tinggi.
 
“Generasi muda Kalteng mempunyai potensi untuk berkolaborasi dalam membangun Kalteng tercinta, oleh karena itu saya harapkan pemuda Kalteng tetap berjuang, dan tetap semangat untuk meraih Impian,” jelasnya. 
 
Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Kalteng juga telah merencanakan pembangunan universitas modern, di Kota Palangka Raya. Pembangunan itu merupakan komitmen untuk mewujudkan pendidikan berkualitas bagi masyarakat di provinsi setempat. 
 
Peletakan batu pertama universitas tersebut direncanakan akan dilakukan pada Juni 2024. Ia memperkirakan pembangunan universitas bertaraf internasional tersebut akan selesai pada pertengahan atau akhir 2026.(Ytm/Lsn)
 
 
image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait