Perbaikan Jalan Hauling VDTM Atas Permintaan Warga Yang Sering Melintas

JALAN HAULING VDTM-Jalan hauling PT Victor Dua Tiga Mega (VDTM) yang dikoral dimana jalan tersebut juga digunakan warga masyarakat setempat. (Media Dayak/ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Perbaikan jalan hauling yang dilakukan oleh perusahaan batu bara PT Victor Dua Tiga Mega (VDTM) atas permintaan dari warga sekitar yang sering melintas di jalan hauling VDTM tersebut. PT VDTM beroperasi di Desa Luwe Hulu Kecamatan Lahai Barat, Kabupaten Barito Utara.

Terkait pemberitaan disalah satu media online di Barito Utara beberapa waktu lalu, terkait izin Galian C, dimana warga setempat melakukan penyedotan pasir di DAS Barito untuk keperluan perbaikan jalan hauling yang hjuga diguanakan warga setempat melakukan aktifitas sehari-hari.

Managemen External PT VDTM Yasir Sabtu (5/2/2022) saat dihubungi melalui sambungan telpon membenarkan bahwa pihak PT VDTM memang ada membeli pasir koral dari masyarakat setempat untuk perbaikan jalan.

“Kenapa kita membeli pasir koral dari masyarakat, karena beberapa waktu lalu, masyarakat ada yang minta agar jalan yang sering dilalui warga itu bisa diperbaiki. Kebetulan jalan yang berada ditanjakan depan didepan office VTDM ketika hujan jalan itu posisinya sangat licin dan berbahaya sekali,” kata Yasir.

Karena kata dia, unit-unit kita melintas di jalan tanjakan itu dan juga kendaraan warga juga melintas di jalan tanjakan itu. Dijalan tanjakan yang licin tersebut ada potensi bahaya kecelakaan.

Terkait hal tersebut, pihak VDTM melakukan perbaikan jalan tanjakan yang licin tersebut ketika hujan. “Karena kebutuhan pasir koral yang tidak banyak hanya kita hanya beli 15 (tujuh) kapal untuk perbaikan jalan yang sering dilalui oleh warga,” kata dia.

Dijelaskan Yasir, warga minta kepada VDTM untuk diberi pekerjaan. Kalau pasir koral didatangkan dari luar dan membutuhkan biaya yang cukup besar, dimana kebutuhan pasir koral untuk perbaikan jalan cuma sedikit. Akhirnya kita putuskan untuk membeli pasir lokal dengan masyarakat sekitar,” kata Yasir lagi.

Dia juga mengatakan untuk perbaikan jembatan yang rusak pihaknya berusaha untuk membantu, namun biaya perbaikan jembatan cukup besar, akhirnya jembatan tersebut belum dikerjakan. Apabila jembatan itu dilakukan perbaikan oleh pemdes, kami siap membantu, baik itu alat berat dan lainnya.

Lebih lanjut Yasir mengatakan saat ini warga tidak lagi menggunakan akses jalan antar kecamatan Benao – Lahei Barat yang berada di Desa Jangkan Baru dan Luwe Hulu, disebabkan jalan rusak ditambah lagi ada jembatan yang putus. Saat ini warga ikut melintas di jalan hauling batu bara PT Victor Dua Tiga Mega (VDTM).

Sebelumnya diberitakan warga di wilayah Desa Jangkang Baru, Luwe Hulu, Luwe Hilir Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara (Barut), mendukung dan menyampaikan ucapan berterima kasih kepada salah satu perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Lahei Barat.

PT Victor Dua Tiga Mega (VDTM) yang peduli terhadap jalan lintas hauling yang digunakan warga sehari-harinya karena tidak lagi licin dan becek ketika hari hujan.

Lantas masalah ini dipermasalhkan oleh orang yang notabene tidak pernah mengalami betapa susahnya dan sulitnya warga masyarakat di daerah setempat saat melintas dijalan tersebut saat hujan atau setelah hujan. Jalan itu selain licin dan becek tidak jarang warga mengalami laka tunggal seperti terjatuh dari sepeda motor ketika melintas dijalan tersebut.

Managemen External PT VDTM Yasir sat dihubungi melalui telpon seluler membenarkan telah mengambil koral dari sungai DAS Barito melalui masyarakat setempat yang digunkan untuk kebutuhan okes jalan tanjakan didepan office VTDM yang licin dan becek ketika hujan turun.

“Kita tidak membantah adanya pengambilan koral disungai Barito tapi itu demi kepentingan warga masyarakat yang sering melintas di jalan itu. Banyak masyarakat yang melintas sehingga berpotensi kecelakaan,” tegas Yasir melalui via telpon seluler Sabtu (5/2/2022).

Lebih lanjut Yasir menjelaskan pihaknya tidak menyangka kalau perbuatan baik yang dilakukan VDTM ada yang mempermasalahkannya padahal ini merupakan kepentingan masyarakat yang melintas di saat saat hujan.

“Untuk suplay batu koral diadakan warga setempat bahkan kita sempat minta ijinnya namun karena warga yang menyuplai ini local sehingga kita merasa tidak ada masalah,” kata Yasir. (lna/Lsn)