Penindakan KST Demi Mendorong Perekonomian dan Pembangunan Infrastruktur di Papua

Oleh : Vincensius Osok )*

Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua kerap menebar teror dengan menyerang masyarakat ataupun aparat keamanan. Bahkan Papua telah lama menjadi fokus perhatian global akibat serangkaian masalah keamanan yang ditimbulkan oleh KST. Kelompok ini terdiri dari orang-orang yang mendukung kemerdekaan Papua dan berusaha untuk mencapai tujuan mereka melalui cara kekerasan. Keberadaan KST Papua memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat dan stabilitas regional secara keseluruhan.
KST wajib diberantas karena menghambat pembangunan infrastruktur di Papua. Padahal pembangunan infrastruktur sangat diperlukan, untuk mendukung mobilitas rakyat dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di Bumi Cendrawasih. Namun KST selalu menyerang dengan membabi-buta dan menimbulkan kecemasan terhadap masyarakat setempat.
Kapolsek Puncak Papua, Kompol I Nyoman Punia mengatakan KST Papua telah membakar dua gedung puskesmas sekaligus di Omukia dan Erobaga. Tindakan pembakaran tersebut, terjadi saat prajurit TNI Polri sedang melakukan patroli keamanan di wilayah Kabupaten Puncak. Setelah mendapati informasi bahwa Puskesmas Omukia dibakar, tim gabungan TNI-Polri langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Saat hampir mendekati TKP, terdengar bunyi tembakan dari arah belakang puskesmas. Merespon tersebut, pasukan keamanan membalas dan akhirnya terjadi kontak tembak. Dalam insiden tersebut, tim gabungan TNI Polri berhasil menembak mati satu anggota KST yang selama ini menjadi buronan Polres Ilaga yaitu, Warinus Murib.
Seperti yang diketahui, dari tahun ke tahun teror yang dilakukan KST Papua semakin brutal dan menjadi sumber konflik yang harus diberantas. Eksistensi mereka sudah membuat masyarakat sipil menjadi sengsara dan terus menjalani hidup dalam kekhawatiran. Kekerasan maupun pembantaian yang mereka lakukan wajib untuk diperangi. Para aparat keamanan gabungan tidak boleh berhenti melakukan pengejaran dan pemberantasan terhadap para anggota KST karena akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur di Papua.
KST kerap membuat onar dengan menembaki warga sipil maupun prajurit yang sedang bertugas. KST melakukannya karena ingin memerdekakan Papua, sehingga mencari segala cara untuk mengusir aparat, karena dianggap representasi dari pemerintah Indonesia.
Tokoh Masyarakat Papua, Yonas Alfons Nusy menilai rentetan aksi teror oleh kelompok kriminal bersenjata akan terus menghambat pembangunan kesejahteraan masyarakat di Papua. Padahal, warga perlu melihat bagaimana masa depan pembangunan Papua seperti apa kedepannya. Kalau misalkan terus-menerus ada konflik seperti ini, masyarakat Papua mengalami hambatan dalam membangun wilayahnya.
Kondisi tersebut kian menambah urgensi penanganan masalah KST, terutama di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah demi kesejahteraan Papua. Aksi teror yang dilancarkan oleh KST tidak sejalan dengan kerangka pembangunan Papua yang sejatinya diperuntukkan masyarakat Papua itu sendiri.
Artinya, ketika pembangunan macet, secara jangka panjang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat Papua. Misalkan, akses jalan dari satu wilayah ke wilayah yang lain. Setidaknya masyarakat Papua itu, dengan aksi kekerasan yang terjadi di Papua, yang terkena dampak tentunya adalah masyarakat Papua. Rakyat Papua atau siapapun yang ada di Papua itu akan terkena dampak negatifnya.
Oleh karena itu, sudah saatnya bagi masyarakat untuk ikut berperan dalam memberantas KST Papua yang selalu membuat kekacauan di Bumi Cenderawasih dan melakukan berbagai aksi teror terhadap warga sipil yang tidak bersalah. Masyarakat harus bersinergi dengan aparat keamanan dalam menjaga kamtibmas dari serangan para anggota KST Papua agar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur berjalan lancar.
Tidak hanya secara fisik, KST Papua juga melakukan aksi teror dengan memprovokasi masyarakat Papua agar melawan Pemerintah. Masyarakat tidak boleh terpengaruh atas propaganda dan hoaks yang sengaja dibuat oleh anggota KST Papua. Selain itu, masyarakat harus memberanikan diri melawan dan melaporkan keberadaan KST Papua secara langsung kepada aparat keamanan di wilayahnya masing-masing.
Saat ini, evaluasi pendekatan keamanan hingga tindakan tegas tengah diupayakan aparat terhadap keberadaan KST Papua untuk mengantisipasi siklus kekerasan kembali terjadi dan menambah korban jiwa. Namun di sisi lain, pemetaan terhadap kekuatan kelompok tersebut perlu dilakukan.
Selain melalui jalur peperangan angkat senjata, mereka juga bermain narasi melalui media sosial dan media online untuk mempengaruhi publik. Hingga saat ini, isu pelanggaran dan penegakan HAM masih digunakan kelompok tersebut untuk mempengaruhi dunia internasional demi terbukanya peluang lepas dari Indonesia. Padahal selama ini, merekalah justru yang melakukan pelanggaran HAM secara kejam.
Dengan demikian, sangat perlu dilakukan kolaborasi antara aparat keamanan dengan masyarakat untuk menumpas KST Papua dengan memperketat kewaspadaan serta pengamanan di wilayah Papua agar semakin membaik dan ke depannya masyarakat Papua dapat beraktivitas kembali dengan penuh kedamaian tanpa dihantui aksi teror KST
KST terbukti menghambat pembangunan dan tidak ingin warga Papua maju. Penyebabnya karena mereka menghalangi pembangunan infrastruktur, merusak fasilitas kesehatan ataupun pembakaran rumah warga. Oleh karena itu KST wajib diberantas karena mereka menghalangi pembangunan di Papua.

Bacaan Lainnya

)* Mahasiswa Papua Tinggal di Surabaya

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait