Penilaian Kinerja Stunting se-Kalteng 2026 Digelar di Aula Bapperida Kapuas

Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Kalteng Tahun 2026.(Media Dayak/ Hmsdinkes)

Kuala Kapuas , Media Dayak

 Pemerintah Provinsi   Kalimantan  Tengah  menggelar  Penilaian  Kinerja   Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Kalteng Tahun  2026  pada  Senin,  27 April 2026,  bertempat  di Aula Bapperida Kabupaten Kapuas. Kegiatan yang  berlangsung mulai  pukul  13.30  WIB ini dihadiri  oleh  jajaran Sekretariat  Daerah,  Bapperida, Dinas  Kesehatan, Dinas  PUPR,  Dinas  P3APPKB, Dinas  Pertanian,  Dinas Ketahanan Pangan, Dinas  PMD, Dinas  Kominfo,  Disdukcapil, Dinas  Pendidikan, Dinas  Sosial, hingga Kantor Kementerian  Agama Kabupaten Kapuas.

Dalam  penilaian tersebut,  Kabupaten Kapuas memaparkan berbagai regulasi pendukung seperti  Perbup Nomor 50 Tahun  2022  tentang Gerakan  Bersama Menuju  Kapuas Bebas Stunting serta  SK desa  prioritas intervensi  stunting tahun  2025.  Beberapa inovasi unggulan juga  ditunjukkan, antara lain  pembuatan akta kelahiran dan  KIA gratis,  program  sambungan rumah  air minum  bersubsidi, serta  pembangunan jamban sehat.

Beberapa perusahaan juga  turut berkontribusi,  seperti PT Telen Orbit Prima  yang  membangun bendungan air bersih,  PT Asmin  Bara Baronang yang  membangun Rumah  Sehat  dan  memberdayakan masyarakat lewat pelatihan ternak serta makanan bergizi, serta PT Kapuas Bara Utama yang  memberikan bantuan susu untuk balita dan ibu hamil.

Kepala  Dinas  Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Agus  Waluyo, MM, menegaskan komitmennya. “Kami terus menggerakkan seluruh  jajaran untuk memastikan intervensi  stunting tepat  sasaran, mulai  dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Dari jajaran Dinas Kesehatan, Bidang Kesehatan Masyarakat yang  diwakili  timnya menyampaikan fokus  pada                                                                             

edukasi  gizi   seimbang,  pembinaan  posyandu,  dan   pendampingan  keluarga.  Sementara  itu,  Bidang

Pencegahan dan  Pengendalian Penyakit bersama tim menekankan pentingnya skrining anemia, pemberian tablet tambah darah bagi  remaja  putri di SMP/SMA, serta pemberian vitamin  A untuk bayi dan balita. Adapun Bidang Pelayanan Kesehatan bersama tim memastikan puskesmas dan jaringannya siap  melayani ibu hamil, bersalin, nifas, serta pemantauan tumbuh kembang balita secara berkelanjutan.

“Dengan  kolaborasi lintas  sektor dan  keterlibatan aktif  masyarakat, kami  optimis  angka stunting di Kapuas terus  menurun.  Cegah  stunting sejak  dini,  demi  generasi berkualitas, Kapuas maju,  tangguh, sehat,  dan berprestasi,” tutup tim Dinkes Kapuas.(Hmsdinkes/Lsn)