Pengurus MUI Kalteng Diharapkan Mampu Menjadi Mitra Pemerintah

 Pengurus MUI Kalteng saat persiapan pengukuhan di Istana Isen Mulang Kamis malam (7/3).(Media Dayak : Ist)

Palangka Raya, Media Dayak

      Dewan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) masa bakti 2018-2023 dikukuhkan di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (7/3) malam.

Acara pengukuhan dilaksanakan langsung oleh Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional KH Muhyiddin Junaidi dihadapan Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran. Kegiatan pengukuhan tersebut sekaligus membuka rapat kerja daerah (Rakerda) I MUI Kalteng Tahun 2019. 

Dalam paparannya, Gubernur Kalteng mengungkapkan, Rakerda I MUI Kalteng merupakan langkah penting yang diawali dengan pengukuhan pengurus.

“Kedepan diharapkan agar MUI mampu berkiprah dan bersinergi menjadi mitra dengan pemerintah,” katanya.

Gubernur menyatakan, MUI merupakan organisasi keagamaan yang besar di Indonesia, sebagai wadah berkumpulnya para ulama, insan cendekia dan kalangan intelektual muslim yang selama ini dan sampai detik ini telah berkiprah dengan baik dalam menunjukkan eksistensinya sebagai suatu bagian dari kemasyarakatan dan keagamaan di NKRI.

Gubernur berharap MUI depan untuk terus maju berkiprah dan juga mampu bersinergi menjadi mitra pemerintah Provinsi Kalteng dengan baik terutama dalam upaya meningkatkan kualitas persatuan dan kesatuan umat. 

“Sebagaimana tema Rakerda I MUI tahun 2019 yaitu Memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah menuju terwujudnya Kalteng BERKAH, saya berharap program kerja MUI dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kondisi yang ada di sekitar kita,” tutur Sugianto Sabran.

Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional KH Muhyiddin dalam sambutannya mengharapkan MUI Kalteng akan semakin maju di bawah kepemimpinan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Ketua MUI Kalteng yang baru KH Anwar Isa.

KH Muhyiddin berpesan agar pimpinan MUI wilayah Kalteng harus mampu melakukan transformasi di wilayah Kalteng.  Jika MUI lima tahun ke depan sama dengan saat ini, maka termasuk orang yang rugi.

“Jika tidak ada kemajuan atau sama saja dengan yang lalu maka ada suatu yang salah dalam manajemen MUI. Perlu melakukan reformasi, mulai melakukan perubahan dari diri sendiri,” tegasnya. 

KH Muhyiddin juga menegaskan agar MUI Kalteng dapat menjadi mitra pemerintah, menggunakan pendekatan yang partisipatif, bicara dari hati ke hati. Pihaknya meyakini, dengan kemitraan yang dinamis dan positif mampu menjaga Islamiyah.  

“Apalagi di musim kampanye saat ini, jangan sampai beda pilihan menjadikan ukhuwah Islamiayah dikorbankan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pengukuhan Pengurus MUI Kalteng, Wahyudie F Dirun menyebutkan, kegiatan pengukuhan ini juga sekaligus pembukaan rakerda akan dilaksanakan hari ini, Jumat (8/3) di Asrama Haji Al Mabrur Kota Palangka Raya. 

“Dalam pengukuhan ini ada sebanyak 150 orang dengan masing-masing mendelegasikan empat orang sebagai pengurus MUI di kabupaten/kota se-Kalteng yang terdiri dari ketua umum, sekretaris umum, ketua komisi fatwa dan satu orang perwakilan perempuan,” katanya.

Wahyudi mengatakan, Rakerda tersebut juga mengundang beberapa narasumber seperti Gubernur Kalteng, Polda Kalteng dan Ketua dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng. Menurutnya, rakerda ini guna mempertajam program kerja MUI di Kalteng ke depan.(YM)