Pengolahan Pakan Ternak Di Kalteng Terkendala Bahan Baku

Wakil Ketua DPRD Kalteng H. Jimmy Carter bersama jajaran Komisi II DPRD Kalteng saat melaksanakan kunker ke pabrik pengolahan pakan ternak di Provinsi Kalsel, belum lama ini. (Media Dayak/Novan)

Palangka Raya, Media Dayak

Kendala dalam produksi pakan ternak di wilayah Kalteng adalah ketersedian campuran bahan baku. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), yang membidangi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Ina Prayawati .

Ina menyatakan, kesimpulan tersebut diperoleh dari hasil kunjungan kerja Komisi II DPRD Kalteng ke Balai Pembibitan Ikan dan Pabrik pengolahan pakan ternak di Mandiangin, Kalsel pekan lalu.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, meliputi Kabupaten Bartim, Barsel, Barut, dan Mura ini mengatakan, pihaknya telah melihat langsung proses pembibitan ikan, serta cara pengolahan pakan ternak.

“Campuran bahan baku untuk pakan ternak yang mereka gunakan adalah kepiting atau rajungan. Dan bahan campuran tersebut, hanya bisa didapatkan dalam jumlah besar di wilayah pesisir laut,” ujar na Prayawati, Senin (27/07/2020).

Ina menyatakan, pabrik pengolahan pakan ternak di wilayah Bumi Tambun Bungai, salah satunya berada di wilayah Basarang, Kabupaten Kapuas. Namun saat ini kedua pabrik tersebut masih terkendala pada ketersediaan bahan baku.

“Informasinya, Pabrik pakan ternak yang terletak di Basarang pun masih dalam skala kecil, karena mereka terkendala pada bahan baku yang mengandung protein. Kita juga sempat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Instansi terkait. Dan di situ disampaikan bahwa harga bahan baku tersebut terbilang cukup mahal,” cetusnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini juga mengatakan, Komisi II DPRD Kalteng akan mencoba mengkoordinasikan kembali hal ini bersama dengan pihak Dinas terkait. 

“Faktanya, kita masih bergantung pada wilayah tetangga, terutama dalam mencukupi kebutuhan pakan ternak di Kalteng. Kami akan berkoordinasi untuk mencari solusi, agar kedepannya bahan baku pembuatan pakan ternak bisa tercukupi,” pungkasnya. (Nvd/aw)