Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

MENYERAHKAN – Bupati Gunung Mas (Gumas), Jaya Samaya Monong, menyerahkan piagam penghargaan kepada kepsek SMPN 6 Kuala Kurun Barata yang lolos sebagai penyelenggaran program Sekolah Penggerak tahun 2021. (Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Pendidikan di Negara Kesatuan Republik Indonesia haruslah menuju arah lahirnya kebahagiaan batin serta keselamatan hidup. Esensi mendasar pendidikan haruslah memerdekakan kehidupan manusia.
Demikian sambutan tertulis Menteri Pendidikan, Kebudayaan,Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim yang dibacakan Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong (JSM) pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman kantor Bupati, Senin (3/5).
Menurut Nadiem, lembaran baru Pendidikan Indonesia berarti transformasi. Trasformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang.
“Saya ingin anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Karenanya kementrian ini secara konsisten terus melakukan transformasi Pendidikan melalui berbagai terobosan Merdeka Belajar,”ungkap Nadiem.
Terobosan merdeka belajar, sambung Nadiem, betul-betul dapat menyasar seluruh masyarakat, mulai pendidik dan pelajar dari PAUD sampai Pendidikan tinggi, orang tua, para wakil rakyat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia usaha dan dunia industry, dari Sabang sampai Marauke, Miangas sampai Pulau Rote.
“Ketauhilah, tidak ada tantangan yang tidak dapat dihadapi bangsa yang besar ini jika kita bergotong royong. Bahwa dengan bergotong royong, upaya kita untuk mewujudkan Merdeka Belajar akan semakin cepat terlaksana. Silih asah, silih asuh, dan silih asih. Saling menyayangi dan saling memelihara, demi satu tujuan, SDM (sumber daya manusia) unggul, Indonesia maju,” tutur Nadiem.

Bupati Jaya Samaya Monong menyerahkan piagam penghargaan kepada kepsek SMPN 2 Kurun Ina Marita yang lolos sebagai penyelenggaran program Sekolah Penggerak tahun 2021. (Media Dayak/Ist)
Selepas kegiatan, JSM menyatakan sepakat dengan Nadiem bahwa Pendidikan haruslah memerdekakan kehidupan manusia. Pendidikan di Gumas harus dapat memerdekakan masyarakat dari kemiskinan dan kebodohan.
“Kita semua bersepakat dan berikhtiar, masyarakat daerah ini tidak boleh bodoh tidak boleh miskin. Kebaikan hidup harus diraih masyarakat Kabupaten Gunung Mas melalui pendidikan,” kata JSM.
JSM menyerukan semua orang di Gumas untuk tidak menyepelekan arti pendidikan bagi masa depan anaknya yang gemilang. Ia mengimbau orang tua di Gumas untuk mendukung pendidikan anaknya agar menjadi anak yang memiliki SDM yang unggul.
Pada kesempatan itu JSM melakukan penyerahan secara simbolis penerima buku rekening Gumas pintar kepada peserta didik, penyerahan penghargaan kepada; pengawas berprestasi, kepala sekolah berprestasi tingkat TK, SD dan SMP, guru berprestasi tingkat TK,SD dan SMP, dan penyerahan piagam penghargaan kepada satuan Pendidikan yang lolos sebagai penyelenggara Program Sekolah Penggerak tahun 2021.
Kegiatan dihadiri Ketua DPRD Akerman Sahidar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, sejumlah anggota DPRD Gumas, asisten, staf ahli Bupati, sejumlah pejabat eselon II dan III, ketua TP PKK Gumas, ASN, TNI/Polri, Satpol PP, pelahar dan undangan lainnya. (Nov/Rsn)