Penanganan HIV-AIDS Harus Mendapat Perhatian Tersendiri

Anggota DPRD Kalteng Evi Kahayanti. (Media Dayak/dok DPRD Kalteng)
 
Palangka Raya, Media Dayak
 
HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Jika makin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan makin melemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit.
 
HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.
 
Dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir di Kalteng kasus HIV-AIDS terus alami peningkatan. Hal ini tampaknya mendapat sorotan dari kalangan DPRD Kalteng seperti diutarakan oleh Srikandi Dewan Provinsi Evi Kahayanti, kepada awak media, Selasa (23/11/2021).
 
“Kondisi ini sangat memprihatinkan, dan harus mendapat perhatian tersendiri dari pemerintah. Terlebih lagi, berdasarkan informasi dari Komisi Pemberantasan AIDS bahwa setiap tahunnya penderitaan AIDS mengalami peningkatan cukup signifikan,” ujarnya
 
Berdasarkan informasi yang kami dapatkan sambungnya, bahwa dalam 4 tahun terakhir kasus HIV-AIDS di Kalteng terus mengalami peningkatan. Hal ini harus menjadi perhatian serius pemerintah.
 
“Di sisi lain juga saya berharap adanya peran serta dari seluruh komponen masyarakat, terutama dalam upaya penanganan persoalan tersebut,” ujarnya.
 
Evi Kahayanti mencontohkan, seperti menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kemudian, mencintai keluarga, menguatkan keimanan dan turut memberikan edukasi tentang bahaya HIV-AIDS.
 
“Dengan menguatkan iman kita. Menguatkan rasa kecintaan kepada keluarga. Karena terpaparkan HIV ini sebagian besar karena perilaku tidak baik,” jelasnya.
 
Lebih lanjut, menurut Politisi Perempuan dari Fraksi PKB DPRD Kalteng ini, keluarga memiliki peran penting dalam penanganan hal tersebut. 
 
“Dimana keluarga dalam memberikan edukasi yang baik kepada anak-anak nya agar mengetahui bahaya HIV-AIDS Minimal agar generasi selanjutnya dapat terjaga dari penularan
 
Selain itu, Evi Kahayanti mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak mengucilkan atau mendiskreditkan individu yang terpapar HIV-AIDS. 
 
“Namun sebaliknya, dirangkul dan jadikan pengalaman orang tersebut menjadi edukasi bagi sesama tentang dampak dan kejamnya HIV-AIDS tersebut,” pungkasnya. (Ytm)Lsn)
 
 
 
 
image_print

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.