Pemprov Kalteng Klaim Berhasil Tingkatkan Sektor Pendidikan

Asisten II Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kalteng H. Nurul Edy mewakili Plh Sekda Kalteng Sapto Nugroho menyambut kedatangan tim pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kalteng, Rabu (27/3).(Media Dayak/Ist)

Palangka Raya, Media Dayak

         Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran melalui Wakil Gubernur Kalteng Habib H Said Ismail menyatakan, Pemerintah Provinsi Kalteng telah berhasil meningkatkan sektor pendidikan di daerah setempat pada tahun 2018.

“Peningkatan sektor pendidikan dapat terbukti dengan meningkatnya indek pembangunan manusia mencapai angka 69 poin lebih,” katanya pada Rapat paripurna ke-5 masa persidangan I tahun sidang 2019, DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), belum lama ini.

Terwujudnya perbaikan di sektor pendidikan tersebut, tidak lepas dari perhatian pemerintah daerah dalam rangka melengkapi sarana prasaran sekolah terutama di daerah terpencil, bahkan tahun ini Dinas Pendidikan telah memastikan akan menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer secara serentak.

“Sektor pendidikan harus diutamakan melalui anggaran yang besar, demi terwujudnya Kalteng Berkah dan generasi muda unggul untuk dipersiapkan membangun daerah lebih maju ke depannya,” kata Habib.

Dijelaskan, rata-rata Lama Sekolah mencapai 8,75 tahun, dan Angka harapan Lama Sekolah 13 tahun, maka untuk mempercepat capaian tersebut, pembangunan bidang pendidikan di Kalteng difokuskan pada 5 (lima) prioritas program pendidikan Kalteng Berkah.

“Pertama, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, kedua peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, ketiga peningkatan pelayanan pendidikan di daerah pedalaman dan terpencil, empat peningkatan karakter peserta didik berbasis kearifan lokal, dan terakhir pendukungan Beasiswa Pendidikan (Bidik Misi Kalteng Berkah) kepada lulusan SMA/MA/SMK melanjutkan ke pendidikan tinggi,” beber Wagub.

Selain meningkatkan sektor pendidikan, pemerintah juga tidak mengabaikan peningkatan nilai nilai karakter peserta didik, dengan menggelontorkan anggaran untuk beasiswa peserta didik berprestasi dari semua tingkatan. “Karena sehebat apapun dan setinggi apapun ilmu yang diperoleh, namun jika tidak dibarengi dengan perbaikan akhlak akan menjadi sia-sia,” demikian Said Ismail.(YM)