Pemprov Kalteng Ikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral   

MENGHADIRI – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kalimantan Tengah  (Kalteng), Yulindra Dedy, saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dengan Mabes Polri bersama Kementerian/Lembaga tentang Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1444 H/2023 M, Kamis (06/04/2023) (Foto : MMC Kalteng/Media Dayak)

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Sejumlah Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Provinnsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng), diantaranya Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Yulindra Dedy, Kepala Dinas Kesehatan Suyuti Syamsul dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Aster Bonawaty menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dengan Mabes Polri bersama Kementerian/Lembaga tentang Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1444H/2023M. Rapat dihadiri secara virtual dari Aula Arya Dharma Polda Kalteng, Kamis (06/04).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dalam arahannya menyampaikan puncak arus mudik diperkirakan H-1 (Jumat, 21 April 2023) dengan potensi pergerakan 18,7 juta orang (15,1 persen). 

Terjadi peningkatan diperkirakan mulai H-3 (Rabu,19 April 2023). Kementerian Perhubungan memproyeksikan jumlah pemudik sebanyak 123,8 juta orang pada Lebaran 2023 yang masih didominasi menggunakan transportasi pribadi.

“Tahun lalu kita bersama berhasil melakukan pengamanan event mudik Lebaran 2022, dimana Bapak Presiden memberikan apresiasi dan masyarakat merasa puas atas kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan serta penanganan arus mudik,” tutur Menko PMK dalam arahannya.

Muhadjir menghimbau agar upaya pengamanan pada event mudik Lebaran 2023 harus lebih ekstra, karena diprediksi akan terdapat lonjakan pergerakan masyarakat dibandingkan dengan tahun 2022. 

Pergerakan masyarakat pada Lebaran 2023 sebesar 45,8 persen atau 123,8 juta orang meningkat 44,8 persen atau 38,3 juta orang dibandingkan pada lebaran 2022 sebesar 31,6 persen atau 85,5 juta orang.

Berdasarkan arahan Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 24 Maret 2023. “Terkait dengan arus mudik, hitung secara akurat karena jumlah orang yang melakukan mudik melompat sangat besar. Manajemen arus mudik di lapangan harus dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi,”ungkapnya.

Presiden mengarahkan agar Panglima TNI dengan Kapolri dan Kemenhub segera susun perencanaan dan design seperti tahun sebelumnya dengan lebih detail yang mencakup operasional mobil barang, jalur alternatif, rekayasa lantas, harga tiket, rest area dan SPBU.

Hal senada disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, upaya Polri guna menekan jumlah laka lantas pada ops ketupat 2023 yang akan dilaksanakan kurang lebih selama 15 hari dari tanggal 18 April sampai dengan 1 Mei 2023. 

Pertama, melakukan pemetaan jalur rawan laka melalui analisa data dan anatomi laka pada tahun sebelumnya. Kedua, meningkatkan edukasi perilaku mengemudi yang aman dan sosialisasi pada jalur rawan laka dengan memasang himbauan memasuki lokasi rawan laka dan rambu portable.

Ketiga, bekerjasama dengan stakeholders yakni Dishub dan Menkes melakukan uji kelayakan kendaraan dan memeriksa kesehatan pengemudi di terminal atau titik pemberangkatan mudik lainnya. 

Terakhir, berkoordinasi dengan stakeholders yakni Dishub, Pemda dan PUPR terkait pemenuhan sarpras penunjang seperti perbaikan jalan yang rusak, penambah jumlah rambu, serta menambah tempat peristirahatan bagi pemudik.

Sementara itu, Kadishub Provinsi Kalteng, Yulindra Dedy, di sela-sela rapat menyampaikan sesuai data-data yang sudah di kompilasi dari seluruh operator transportasi yang ada di wilayah Kalteng, prediksi untuk pergerakan orang mudik Lebaran 1444 H, saat ini berkisar diangka 72.083 orang dengan prakiraan paling banyak menggunakan transportasi laut sekitar kurang lebih 30 persen.

“Pada armada laut ada tiga pelabuhan yang akan melayani diantaranya Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Sampit dan Pelabuhan Bahaur,”jelas Dedy.

Disampaikan yang menjadi perhatian saat ini, adalah kurangnya armada di Pelabuhan laut Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Tak hanya itu, masih di Kabupaten Kotawaringin Timur berdasarkan data adanya keterbatasan di transportasi udara.

Yulindra berharap juga adanya dukungan dari pihak Polda beserta seluruh jajaran sesuai arahan Kapolri terkait puncak H-3 menjelang Hari Idul Fitri 1444 H/2023 M agar pembatasan angkutan-angkutan masuk kategori Over Dimensi Over Loading (ODOL) seperti angkutan tambang, kebun dan lain sebagainya untuk betul-betul bisa dibatasi dalam rangka mengurangi dampak kecelakaan.

“Diperkirakan pengguna transportasi darat baik mobil pribadi maupun motor mencapai 42 persen di wilayah Kalteng,”tutupnya. (Tin/Rsn)

 

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait