Pemprov Kalteng Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko bersama pejabat lainnya saat mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Senin (13/7/2026)(Biro Adpim)
Palangka Raya, Media Dayak
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Senin (13/7/2026). Gubernur Kalteng diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko.
Rakor membahas sejumlah isu strategis, mulai dari perkembangan inflasi nasional, kenaikan harga ikan segar, progres pendataan Sensus Ekonomi 2026, rilis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Versi 3, hingga evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan inflasi year-on-year mengalami tren kenaikan selama tiga bulan terakhir, yakni dari 2,42 persen pada April menjadi 3,08 persen pada Mei dan mencapai 3,34 persen pada Juni 2026. Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus mengendalikan inflasi agar tidak melampaui batas atas 3,5 persen.
“Kita harus berusaha agar inflasi tidak menyentuh batas atas 3,5 persen agar tidak memberatkan masyarakat. Penyumbang utama inflasi adalah kelompok makanan, minuman, tembakau, sektor transportasi, dan peralatan pribadi, yaitu emas yang fluktuatif,” ujar Tito Karnavian.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan kenaikan harga masih terjadi pada sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah, bawang putih, beras, wortel, dan ikan segar.
Selain faktor cuaca yang memengaruhi hasil tangkapan nelayan, kenaikan harga solar juga turut mendorong naiknya harga ikan segar yang secara nasional mengalami inflasi year-on-year sebesar 8,87 persen di 36 provinsi.
Pada kesempatan itu, BPS juga menyampaikan bahwa DTSEN Versi 3 telah difinalisasi pada 10 Juli 2026 dengan memuat 290.125.073 data individu dan 95.980.577 data keluarga.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya sinergi seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam pemutakhiran data agar penyaluran bantuan sosial, pelaksanaan Sekolah Rakyat, serta berbagai kebijakan pemerintah dapat tepat sasaran.
Rakor turut diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng Anang Dirjo, perwakilan Bank Indonesia Kalteng, BPS Kalteng, serta perangkat daerah terkait.
Berdasarkan data BPS, inflasi year-on-year Kalteng pada Juni 2026 tercatat sebesar 4,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,61. Sementara inflasi month-to-month sebesar 0,23 persen dan year-to-date mencapai 2,39 persen, yang didominasi kenaikan harga beras, bensin, minyak goreng, ikan nila atau patin, serta cabai rawit.(Adpim/YM/Aw)