Pemprov Kalteng Gelar FGD Penentuan Skenario Pembangunan

MENYAMPAIKAN-Asisten II Setda Kalteng Nurul Edy, saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka langsung kegiatan FGD penentuan skenario pembangunan sebagai bahan penyusunan grand design pembangunan provinsi Kalteng 2045, di Aula Kantor Bappedalitbang Kalteng, Rabu (26/2). (Foto/Media Dayak/Yanting)

Palangka Raya, Media Dayak

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) gelar Focus group discussion (FGD) penentuan skenario pembangunan sebagai bahan penyusunan grand design pembangunan Provinsi Kalteng 2045

Kegiatan yang diikuti anggota tim percepatan pembangunan provinsi Kalteng dan perwakilan dari organisasi perangkat daerah di lingkup pemerintahan provinsi Kalteng tersebut dibuka oleh Asisten II Setda Kalteng Nurul Edy di aula Kantor Bappedalitbang Kalteng, Rabu (26/2).

“Bapak Presiden Republik Indonesia telah menjadikan visi Indonesia tahun 2045 pada saat pembukaan musrenbang tanggal 6 Mei 2019 yang lalu disusun oleh Kementerian PPN Bappenas RI sebagai bagian dari rencana pembangunan jangka panjang nasional tahun 2025-2045,”jelasnya

Ia menyebut, pada visi Indonesia tahun 2045, Indonesia berdaulat, maju, adil dan makmur ditargetkan Indonesia menjadi negara ekonomi terkuat 5 besar dunia, dengan 4 pilar yang perlu diperkuat, yakni sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berbudaya serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan. 

Dijelaskannya, untuk memenuhi amanat undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional dan peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2017 tentang sinkronisasi proses perencanaan dan penganggaran, pembangunan nasional, pemerintah Provinsi Kalteng sebagai bagian dari NKRI.

Pemprov sendiri akan menyusun grand design Provinsi Kalteng 2045, lanjutnya, dalam rangka sinkronisasi perencanaan dan penganggaran untuk meningkatkan keterpaduan perencanaan dan penganggaran yang lebih berkualitas dan efektif.

“Di daerah harus dapat menumbuhkan basis perekonomian yang mampu untuk terus berkembang hal ini hanya dapat didukung oleh kemampuan daerah dalam menciptakan daya saing produktif,”tegasnya.

Dikatakannya, kemampuan daerah untuk melakukan kreasi dan inovasi menjadi sangat penting sebagai daya ukur untuk mempercepat tercapainya tujuan pembangunan daerah itu sendiri. (YM)