Pemprov Kalteng Akan Gelar Tiwah Pada Akhir Tahun

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri setelah Press Conference Calender of Event Kalimantan Tengah di lobby lantai 2, gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta.(Media Dayak/Ist)
Palangka Raya, Media Dayak
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng akan menggelar Tiwah dalam mendukung visi dan misi Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Kalteng Habib H. Said Ismail.
Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran melalui Sekda Kalteng Fahriza Fitri mengatakan, Tiwah merupakan prosesi keagamaan dalam Umat Hindu Kaharingan di Kalteng yang diyakini sebagai suatu proses dikembalikannya roh orang yang sudah meninggal kepada sang Pencipta (Ranying Hatalla Langit) atau ke alam Suci Abadi yang disebut “Lewu Tatu Dia Rumpang Tulang Rundung Isen Dia Kamalesu Uhat”.
“Kegiatan ini baru dilaksanakan oleh Pemprov Kalteng melalui Disbudpar Kalteng bekerjasama dengan Majelis Hindu Kaharingan Provinsi Kalteng yang diselenggarakan pada bulan November dan Desember 2019 di Palangka Raya,” katanya saat Press Conference Calender of Event Kalimantan Tengah di lobby lantai 2, gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta.
Adapun rangkaian kegiatan Tiwah akan dilaksanakan selama 40 hari. Diawali dengan Upacara “Manenung” yang dilakukan untuk menentukan jatuhnya hari penyelenggaraan Tiwah. Prosesi ini juga dapat dilakukan untuk melihat pertanda suatu peristiwa dan lain sesuai hajat diinginkan dan peserta Tiwah ini dikhususkan untuk Umat Hindu Kaharingan Kalteng.
Setelah prosesi “Manenung” pada November 2019, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi Tiwah. Dimulai dengan pendaftaran peserta Tiwah, membersihkan lokasi Tiwah, mengumpulkan bahan/saran Tiwah, membangun Balai Nyahu, mendirikan Sangkai Raya, meminjam Basir, Ritual oleh Basir, Mamugar Tulang, pemotongan hewan kurban, Nyakean (memasukan tulang kedalam sandung), Kangkahem (mandi-mandi di sungai),.
Selanjutnya Pabuli Sangiang (ritual untuk para arwah), Balian Balaku untung (ritual untuk anggota keluarga yang masih hidup) supaya mendapat rezeki, panjang umur, sehat, Batandak (doa ucapan syukur melaksanakan Tiwah), Pabuli Sangiang (mengembalikan roh suci oleh Basir ke Lewu Sangiang atau alam tempat tinggalnya), mengantar para Basir ke rumahnya masing-masing.
“Kegiatan ini untuk memperkenalkan peradaban yang hidup dan berkembang di masyarakat Dayak Kalimantan Tengah di tengah kehidupan yang majemuk dalam menjaga dan merawat kebersamaan dalam keragaman Agama dan Budaya di Kalteng,” kata Sekda Kalteng.
Selain itu, Pemprov Kalteng ingin memperkenalkan peradaban yang ada di Kalteng kepada masyarakat, lebih-lebih kepada wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara, sehingga memiliki minat untuk mengunjungi dan melihat langsung berbagai macam keragaman dan keunikannya.
“Kami ingin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kalteng agar dapat mendukung capaian target kunjungan wisata nasional. Target kunjungan yang akan datang dalam acara perhelatan Ritual Tiwah ini di Kalteng adalah berjumlah 500 orang wisatawan mancanegara dan Wisatawan Nusantara 10.000 orang,” katanya.
Jumlah tersebut, Kata Fahrizal, diharapkan dapat mendukung capaian target kunjungan wisatawan Provinsi Kalteng Tahun 2019 yang ditetapkan pada angka 553 ribu Wisatawan, dan Nasional adalah 20 juta Wisatawan Mancanegara dan 275 juta pergerakan Wisatawan Nusantara.
“Ke depan event budaya dan pariwisata Kalteng akan terus bertambah untuk mencapai target kunjungan wisata. Kami akan menjadikan setiap event baik budaya dan pariwisata menjadi nilai tambah bagi pertumbuhan perekonomian di Kalteng untuk menuju Kalteng “BERKAH” serta diminati oleh Wisatawan Mancanegara dan Nusantara,” demikian Sekda Kalteng mengakhiri.(MCIM/aw)