Pemprov Akan Bangun Akses Transportasi Darat Menuju IKN

Fahrizal Fitri

Palangka Raya, Media Dayak

     Pembangunan lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur diseimbangi dengan beberapa wilayah di sekitarnya.Salah satunya Kalimantan Tengah (Kalteng) Sekretaris Daerah Kalteng, Fahrizal Fitri menuturkan Pemerintah provinsi saat ini sedang menyusun prioritas pembangunan yang akan ditujukan untuk memudahkan akses ke IKN.

” Ya untuk mendukung IKN saat ini Kalteng akan mengutamakan pembangunan infrastruktur. Salah satunya yakni infrastruktur jalan, karena jalan dapat menjadi akses penghubung antara Kalteng dengan IKN,” terang Fahrizal.

Disebutkan Fahrizal dengan membangun infrastruktur jalan akan ada banyak peluang yang bisa di siapkan. “Selain pemenuhan kebutuhan pangan salah satunya yakni akses jalan dari Kalteng ke IKN,” ungkap Fahrizal, Selasa (3/9). 

Pihaknya menilai oembangunan infrastruktur jalan sangat strategis. Jalan disebutkannya merupakan akses mobilisasi warga untuk dari Kalteng ke IKN, begitupun sebaliknya. Sehingga, Fahrizal menekankan manfaatnya dapat mendekatkan daerah ke IKN.

Lebih lanjut Sekda menyebut, wacana pembangunan rel kereta api angkutan barang dan penumpang ke wilayah IKN, Sekda mengatakan pihaknya akan mengikuti perkembangan perencanaan yang sedang dibahas, untuk sementara ini rencana rel kereta api masih menunggu koordinasi.

“Kalau rel kereta api arahnya ke Kabupaten Murung Raya. Pengembangnya yakni China Railway. Sedangkan untuk ke Kaltim pengembangnya adalah Rusia Railway. Ini harusnya dikondisikan agar relnya dapat satu tipe dan terkoneksi,” imbuhnya.

Diterangkan Fahrizal, akses darat terdekat saat ini dari Kalteng menuju ke IKN adalah melalui rute Kabupaten Barito Timur. Menurut Fahrizal, akses itu tercepat menuju ke IKN dibandingkan melalui Kabupaten Barito Utara. Jalur melalui Kabupaten Barito Timur memiliki akses menuju ke Tabalong Kalimantan Selatan kemudian ke Samarinda Kalimantan Timur.

“Kalau lewat Benangin Kabupaten Barito Utara, tembusnya ke Sendawar Kabupaten Kutai Barat. Nanti baru bisa ke IKN setelah 9 jam perjalanan. Lebih baik dibuat akses jalan baru yang nantinya dapat menyingkat perjalanan menuju IKN,” pungkas Fahrizal Fitri.(Ytm/Lsn)