Pemkab Mura Bahas Strategi Pembelajaran di Masa dan Pasca Pandemi

Sebagai pembicara dalam webinar ini Kepala Disdikbud Kabupaten Mura, Ferdinand Wijaya, secara khusus sebagai keynote speaker Anggota DPR RI Dapil Kalteng Willy Midel Yoseph, Sekretaris Daerah (Sekda) Mura, Hermon serta pihak Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalteng, praktisi pendidikan dan guru-guru serta tamu undangan lainnya melalui zoom meeting.
Sekda Mura, Hermon dalam sambutannya menyampaikan, webinar ini bersifat virtual interaktif yang memberikan kesempatan pada partisipan untuk bertanya terkait pembahasan dan diskusi mengenai “Strategi Pembelajaran di Masa dan Pasca Pandemi Covid-19”.
“Pemkab Mura mengapresiasi atas terlaksananya webinar ini, melalui webinar ini juga peserta diharapkan bisa mendapatkan informasi, mendapatkan Ilmu dan Pengetahuan, secara khusus bagaimana itu strategi pembelajaran di masa dan pasca pandemi Covid-19,” tutur Hermon.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Mura, Ferdinand Wijaya dalam paparanya menerangkan mengenai persiapan pembelajaran tatap muka, Pemerintah mengumumkan bahwa institusi pendidikan dan sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas pada tahun ajaran baru mendatang, yang dimulai Juli 2021. Kebijakan ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.
“Vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan Menjadi Salah Satu Prioritas Negara dalam upaya akselerasi pembelajaran tatap muka. Vaksinasi seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan ditargetkan selesai pada akhir bulan Juni 2021,” jelasnya.
Ferdinand menambahkan, Untuk saat ini di Kabupaten Mura, di sekolah di sejumlah Kecamatan dalam proses belajar mengajar menggunakan sistem daring, ada juga luring dan kombinasi/penugasan tergantung zona resiko Covid-19.
“Untuk meningkatkan pengembangan sumber daya manusia Pemkab Mura menyediakan bantuan pendidikan untuk mahasiswa dari Kabupaten Mura tanggal 8 Juli 2019, program ini mempersiapkan/ mencetak sarjana 1.250 orang yang berasal dari 125 desa/ kelurahan,” ucapnya.
Selanjutnya, Willy Midel Yoseph menyampaikan tentang Prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19, Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran, Tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial juga menjadi pertimbangan dalam pemenuhan layanan pendidikan selama masa pandemi Covid-19.
“Untuk mengantisipasi keluhan-keluhan terkait Pembelajaran Jarak Jauh, Pemerintah mengimplementasikan dua kebijakan baru, Pelaksanaan pembelajaran tatap muka diperbolehkan untuk semua jenjang yang berada zona hijau dan zona kuning, serta Sekolah diberi fleksibilitas untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa,” terang Willy, mantan Bupati Mura dua Periode.(Lus/Lsn)