Pemkab Diharapkan Turun Tangan Merevitalisasi Pasar Tradisional Kuala Kurun

Ketua Komisi II DPRD Gumas Herbert Y Asin.(Media Dayak/Novri JKH)

Kuala Kurun, Media Dayak

Ketua Komisi II DPRD Gumas Herbert Y Asin dengan nada berat mengaku prihatin dan menyoroti serta menilai, kawasan pasar tradisional Kuala Kurun   di Jalan Temanggung Panji VIII belakang Gedung Dekranasda itu kini tampak semrawut, tak tertata, bahkan terkesan dibiarkan begitu saja tanpa penanganan serius.

“Harapan besar kini tertuju kepada Pemkab Gumas melalui OPD terkait agar segera turun tangan melakukan revitalisasi, mulai dari tata letak lapak, fasilitas umum, hingga pengelolaan sampah yang lebih teratur. Pasalnya di balik hiruk-pikuk pasar tradisional, tersimpan harapan ribuan masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya dari pasar itu,”Ungkap Herbert Y Asin , Kamis (30/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut Herbert juga menyampaikan rasa prihatinnya dengan kondisi pasar saat ini.Sejatinya pasar itu harus ditata,karena  pasar itu kan  wajah daerah kita. Kalau tidak tertata, kesannya seperti kita tidak punya perhatian pada sektor ekonomi rakyat kecil.

Herbert pun  mendesak Pemkab Gumas  melalui OPD terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam menata ulang pasar Tradisional di Jalan Temanggung Panji VIII. Ia menyebut, pasar tradisional itu bukan hanya tempat transaksi, tapi juga denyut nadi perekonomian lokal yang harus dijaga dan ditata dengan baik.

“Jangan tunggu sampai ada keluhan besar baru bergerak. Penataan pasar tradisional itu harus menjadi prioritas agar wajah kota kita tidak memalukan di mata pengunjung dari luar,” tegas Herbert.

Pantauan di lapangan, tampak  lapak pedagang di pasar tradisional itu tampak berdiri tidak tertata dengan baik. Area parkir cukup sempit dan sering menimbulkan kemacetan, sementara drainase buruk membuat genangan air menjadi pemandangan sehari-hari usai hujan. Tak hanya itu, kebersihan di sekitar pasar itu juga dinilai masih perlu perhatian.

“Kita bukan hanya bicara soal penataan fisik ya, tapi juga soal kenyamanan masyarakat. Pedagang butuh tempat yang rapi dan aman, pembeli pun ingin suasana yang bersih dan tertib,” ujar Herbert. (Nov/Lsn)