Pemerintah Pusat Segera Wujud Food Estate Tahap Awal, Kalteng Secara Konsisten Menyatakan Kesiapannya

Sekda Fahrizal Fitri mewakili Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengikuti vicon rakor Program Peningkatan Penyediaan Pangan di Kalteng, Kamis (18/6).(Media Dayak/Hms Prov)
Palangka Raya, Media Dayak
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Fahrizal Fitri mewakili Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengikuti video conference (Vicon) rapat koordinasi (Rakor) Program Peningkatan Penyediaan Pangan di Kalteng, Kamis (18/6).
Rakor dipimpin oleh Menteri Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan turut diikuti oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Jalil.
Rakor tersebut membahas kesiapan pemerintah pusat dalam merealisasikan program Food Estate atau ketahanan pangan untuk nasional di Kalteng tepatnya di dua kabupaten yakni Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau.
Menteri Airlangga beserta jajaran menteri terkait lainnya mengetengahkan data dari hasil kunjungan lapangan sebelumnya ke dua Kabupaten tersebut.
Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan bahwa kita harus yakin program ini dapat berjalan dengan kajian mendalam pada daerah yang menjadi andalan, mengintensifkan konsultasi publik dengan kampus-kampus di Kalteng serta asistensi AMDAL bekerjasama dengan PUPR.
Sedangkan Menteri PUPR Basoeki Hadi Moeljono menyatakan optimis setelah kunjungan lapangannya, dalam 2 tahun ke depan rehabilitasi lahan dan land clearing dapat diselesaikan. Basoeki menyebutkan masalah utama di lapangan adalah irigasi, banjir dan nutrisi tanahnya.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan konsep Food Estate yang akan diwujudkan bukan hanya tanaman padi saja melainkan juga peternakan dan kebun buah. Di bidang ini nantinya diharapkan selain didukung anggaran APBN juga dapat masuk investasi BUMN.
Diungkapkan, dengan perhitungan yang realistis saat ini, para menteri di bawah koordinasi Menteri Perekonomian menyimpulkan untuk berkonsentrasi mengerjakan seluas 148.000 hektare, dengan mata anggaran tahun 2020 akan difokuskan dulu pada 30.000 hektar, Kementerian LHK melakukan finalisasi studi, Menteri ATR akan melakukan IP4T (Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah),
Menteri PUPR akan menyiapkan irigasinya. Sedangkan sisanya akan dianggarkan dan dibicarakan pada tahun 2021. Diharapkan segera ada rencana aksi untuk tindak lanjut dalam waktu dekat antar kementerian terkait.
Melalui rakor tersebut pemerintah Provinsi Kalteng secara konsisten menyatakan kesiapannya. Terkait lahan seluas 30.000 hektar yang akan menjadi fokus pada mata anggaran 2020 ini, Sekda Fahrizal Fitri mengatakan merupakan area eks transmigrasi yang sebelumnya telah bersertifikat,
“Hanya apakah sekarang para pemiliknya masih menempatinya atau sudah beralih hal tersebut harus ditelusuri lebih lanjut,” ujar Sekda mewakili Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, dalam rilis Biro Protokol Dan Komunikasi Publik Setda Provinsi Kalteng yang diterima media ini.
Sekda menambahkan seandainya akan ada pengembangan lebih lanjut, Pemerintah Provinsi siap memfasilitasi wilayah mana yang akan dikembangkan.
Kesiapan juga disampaikan Bupati Kapuas Ben Brahim S. Bahat serta Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo yang turut serta dalam vicon ini. Keduanya menyatakan siap mendukung ketahanan pangan nasional di wilayahnya dan masyarakat di dua kabupaten menunjukkan antusiasmenya. (Hms/Ytm/Lsn)