Pemdes Harus Prioritas Anggaran Untuk Pembangunan Wc di Darat

Kadis Kesehatan Kabupaten Mura, dr Suria Siri

Bacaan Lainnya

Puruk Cahu,  Media Dayak

Pemerintah desa di kabupaten Murung Raya saat ini memang gencar-gencarnya membangun desa. Tetapi apalah gunanya kemajuan pembangunan lain pada suatu desa, jika masyarakatnya masih buang air besar (BAB) secara sembarangan.

“Sebab percuma desa itu maju dari pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan dan lain-lain, tetapi masih BAB sembarangan. Oleh sebab itu, persoalan BAB ini mestinya menjadi program prioritas bagi pemerintahan desa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Mura, dr Suria Siri, baru-baru ini. Jumat (8/3/2019).

Bayangkan lanjut dia, dari 116 desa secara keseluruhannya di kabupaten Mura ini, baru empat desa yang dinyatakan bebas BAB sembarangan. Artinya masih banyak desa-desa di kabupaten Mura ini yang BAB sembarangan ke jamban di sungai.

“Maka dari itu, pemerintah desa harusnya memprioritas dengan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jamban atau WC atau toilet di darat, bukan di sungai. Baik dilakukan dianggaran reguller ataupun secara bertahap. Sebab sungai adalah sumber penghidupan yang harus bersih dari pencemaran limbah kotoran,” jelas mantan Direktur RSUD Puruk Cahu ini.

Ia berharap hal ini bisa menjadi masukan bagi pemerintahan desa yang ada di daerah ini, sehingga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) ini dapat diterapkan dari masyaarkat desa.

Disamping itu, memang dengan adanya wc di darat akan mempermudah masyarkat ketika ingin BAB serta tidak membahayakan, tetapi jika BAB sembarangan seperti di sungai justru rentan sebab bisa jatuh dari titian maupun tegelincir ketika hendak turun BAB dan lain-lain. (LULUS)

image_print

Pos terkait