Pembangunan Rumah Dinas Guru Harus Tepat Sasaran

  Sastra Jaya

Muara Teweh, Media Dayak

Sebelum melakukan membangun atau merehab rumah dinas guru, anggota DPRD Barito Utara (Barut), meminta kepada dinas Pendidikan di daerah ini supaya menyampaikan daftar rumah dinas guru pada sekolah mana yang nantinya akan direhab, supaya dalam pelaksanaannya bisa tepat sasaran.

Anggota Komisi I DPRD Barito Utara, Sastra Jaya, yang membidangi bidang pendidikan meminta kepada dinas pendidikan, agar sebelum memulai pembahasan pada anggaran perubahan dewan diberikan daftar rumah guru ataupun sekolah mana yang nantinya akan direhab/dibangun. Supaya dalam keputusan rapat bersama nantinya, jika mendapat anggaran baik dari DAK ataupun dari anggaran lainnya, dalam hal penempatan proyek perehapan/pembangunan tidak salah sasaran.

“Sebagai contoh seperti di SD Desa Karamuan, rumah dinas gurunya bagus semua ada 6 (enam) ruangan namun tidak ada satupun guru yang menempati rumah dinas tersebut. Karena hampir semua gurunya merupakan warga desa setempat yang memang memiliki rumah sendiri,” ujar Sastra di Muara Teweh, Jumat (16/8) pekan kemarin.

Berarti kata Sastra, inikan proyek salah atau tidak tepat sasaran.

“Memang pembangunannya sudah beberapa tahun lalu, dahulu dari jaman saya sebelum menjadi anggota dewan. Walaupun tidak didiami empat sampai lima tahun tetapi terlihat masih baik,” kata poitisi asal PDI Perjuangan ini.

Sastra juga menyampaikan, waktu dirinya memimpin rapat dengar pendapat (RDP) dengan dinas pendidikan belum lama ini, untuk kedepan ia meminta agar pihak dinas terlebih dahulu menyampaikan daftar sekolah dan rumah dinas guru beserta bukti-bukti dan segala hal terkait kondisi bangunan yang akan direhab.

“Baik itu berupa foto fisiknya, dan juga daftar guru yang memang bukan orang setempat yang membutuhkan rumah dinas untuk tempat tinggal. Nah itulah yang memang harus diprioritaskan harus direhab atau dibangun,” ujar dewan yang akrab disapa Icas.

Ditanya terkait anggaran, ia menjelaskan bahwa ada atau tidak, dirinya belum bisa menjawab kerana diva belum ada dan silva belum terhitung dengan sepenuhnya karena proyek pada anggaran murni masih berjalan.

“Jadi untuk anggaran diperubahan pada saatnya nanti akan disampaikan, berapa sih anggaran yang bisa digunakan,” pungkasnya. (lna)