Pembangunan PYCH di Papua Berikan Stimulus Bagi Kemajuan Para Pemuda

Oleh: Markus Yelemaken

Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN RI) menginisiasi pembangunan Papua Youth Creative Hub (PYCH), yang mana dalam perjalannya sampai saat ini ternyata mampu untuk memberikan stimulus bagi kemajuan para pemuda di Bumi Cenderawasih.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa sejatinya potensi dari para pemuda di seluruh pelosok negeri adalah sama, meski mereka berasal dari Tanah Papua. Namun selama ini memang masih kurang adanya fasilitas dan wadah yang memadai untuk terus mengembangkan potensi mereka. Sehingga dengan adanya pembangunan PYCH sangat berdampak signifikan.

Pasalnya, dalam Papua Youth Creative Hub (PYCH) sendiri, seluruh pemuda di Bumi Cenderawasih akan mendapatkan banyak sekali bekal atau stimulus yang sangat bermanfaat bagi mereka untuk semakin maju dan berkembang menjadi pribadi lebih baik sebegai generasi penerus bangsa.

Salah satu contoh nyata dari kemajuan para pemuda Papua yang terealisasi berkat pembinaan dan berbagai stimulus dari PYCH adalah lahirnya Grup Seni Hngateri yang terdiri dari para generasi muda asal provinsi paling Timur Tanah Air itu, yang mana mereka kini mampu menembus kancah internasional dengan tampil di salah satu acara festival di Amsterdam Belanda.

Para anak muda Papua yang dibina oleh Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN RI) tersebut terus menorehkan prestasi sangat gemilang. Tidak tanggung-tanggung, bahkan prestasi mereka bukan hanya pada kancah nasional saja, melainkan hingga menembus dunia internasional.

Grup Seni Hngateri dari PYCH membawakan bagaimana kekayaan budaya asal Papua ke panggung internasional di Negeri Kincir Angin Belanda. Mengenai hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Papua Youth Creative Hub, Frianapatri Meilaine Osok menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan bentuk undangan dari Missiemuseum Steyl, Amsterdam.

Mendapatkan undangan demikian, maka seluruh pihak dari PYCH termasuk Grup Seni Hngateri merasa sangat antusias untuk bisa berbagai kekayaan budaya mereka dengan dunia internasional. Terlebih, memang melalui seni berbagai pesan penting bisa tersampaikan kepada audiens bahkan lintas bahasa.

Dengan semangat yan sangat membara dan juga tekad yang kuat, Grup Seni Hngateri tersebut siap membawa budaya Papua hingga ke panggung internasional bahkan di Belanda. Mereka bukan hanya merupakan sekedar grup sen saja, namun kini menjadi duta besar budaya Papua yang bisa membawa harapan dan inspirasi bagi dunia.

Seluruh anak muda PYCH binaan BIN di bawah kepemimpinan Kepala BIN, Jenderal Polisi (Purn) Tan Sri Prof. Dr. Budi Gunawan telah sukses dan mampu tempil di berbagai panggung dengan sangat baik bahkan bukan hanya pada tingkat nasional saja, melainkan internasional.

Mereka semua telah berhasil mengukir prestasi di berbagai negara lain, seperti Italia dan Amerika Serikat (AS) dengan terus membawa serta kekayaan budaya Papua melalui beragam kegiatan.

Tidak mengherankan mereka pemuda didikan Badan Intelijen Negara melalui Papua Youth Creative Hub mampu berkembang menjadi semakin berdaya, pasalya dalam upaya mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Bumi Cenderawasih, berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan warga di berbagai desa di wilayah tersebut terus digelar.

Ketua Umum (Ketum) PYCH, Simon Tabuni mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dengan cara door to door dengan langsung datang dari rumah ke rumah, bersentuhan dengan masyarakat di seluruh kampung di Papua dengan mendengarkan serta berupaya untuk merealisasikan aspirasi akan kebutuhan mereka.

Bahkan, saat ini PYCH sendiri memiliki kepengurusan hingga di sebanyak 35 Kabupaten atau Kota di Bumi Cenderawasih, mereka terus aktif melakukan berbagai macam kegiatan sevara langsung ke tengah masyarakat, dan tidak hanya berfokus secara terpusat di Gedung PYCH saja.

Bukan hanya menggelar kegiatan pada hari-hari besar saja, namun juga banyak macam kegiatan yang dilaksanakan secara rutin baik itu harian, mingguan dan bulanan di seluruh kampung di Papua.

Berbagai kegiatan tersebut jelas sangat banyak sekali mendatangkan kebermanfaatan bagi masyarakat Bumi Cenderawasih, seperti pengembangan kopi di Pegunungan Arfak, kemudian pengembangan wisata Sagu Kais di Sorong Selatan, ada pula pelatihan untuk pengemasan produk UMKM, pemberian modal usaha dan peralatan produksi, partisipasi pada pemran skala lokal, nasional hingga internasional.

Banyak event festival dan berbagai kegiatan lainnya yang berdampak sangat positif bagi pengembangan kreativitas dan inovasi usaha bagi anak muda Papua dan masyarakat orang asli Papua (OAP) secara umum. Saat ini bahkan PYCH telah menjadi simbol dan pelopor serta kebanggaan atas kemajuan seluruh anak muda Papua.

Sebagaimana kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy bahwa upaya dalam membangun kemajuan Papua memang harus dimulai dengan membangun pemuda terlebih dahulu, karena mereka merupakan penggerak dan aset strategis bagi berjalannya pembangunan di suatu wilayah hingga masa depan.

Pemberdayaan seluruh generasi muda Papua memang sangat optimal berkat adanya PYCH yang merupakan program inisiasi Badan Intelijen Negara Republik Indonesia, yang mana di dalamnya banyak sekali pembekalan stimulus demi kemajuan para pemuda tersebut.

*) Mahasiswa Papua tinggal di Bali

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait