Pembangunan Pile Slab Jembatan Sei Kahayan Telan Dana Rp30,1 Miliar

Pembangunan Pile Slab menuju jembatan Sei Kahayan di Sepang Kota. (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Pembangunan Pile Slab menuju jembatan Sei Kahayan di Sepang Kota, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menelan dana Rp30.112.500.000,00.

“Kegiatan (pembangunan Pile Slab) menggunakan kontrak tahun jamak. Dimulai tahun anggaran 2020 hingga tahun anggaran 2022. Pembayaran pekerjaan dilakukan hingga tahun anggaran 2023,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gumas melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Bambang Jaya kepada mediadayak.id melalui sambungan telepon, Senin (22/3).

Banmbang Jaya menuturkan, total dana pembangunan sebesar Rp31 miliar. Setelah penawaran dan negosiasi, harga borongan ditetapkan Rp30.112.500.000,00.

“Anggaran pembangunan tahun ini sebesar Rp6.396.535.000. Waktu pelaksanaan 630 hari kalander. Anggaran pembangunan bersumber dari APBD Kabupaten Gunung Mas,” sambung Bambang.

Bambang menyatakan, Pile Slab menuju jembatab Sei Kahayan di Sepang Kota dibangun karena kondisi tanah berada pada dataran rendah atau kondisi tanahnya lunak.

“Pembangunan Pile Slab jembatan Sei Kahayan di Sepang Kota, terdiri dari pembangunan tiang, lantai dan pagar jembatan. Seperti halnya pembangunan Pile Slab jembatan Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah,” tutur Bambang.

Ditambahnya, setelah pembangunan Pile Slab rampung, dilanjutkan pembangunan jembatan yang menyeberangi Sei Kahayan menuju Sepang Simin ke arah arah Takaras dan  Kuala Kurun.

“Pembangunannya butuhkan dana besar. Perencanaan anggaran pembangunannya perlu di-review mengingat kondisi harga saat ini,” pungkas Bambang. (Nov/aw)