Pembangunan Jembatan Pangulu Iban Dikerjakan 6 Tahap dengan Dana Sebesar Rp104,7 milyar

TINJAU JEMBATAN-Bupati H Nadalsyah bersama Wakil Bupati Sugianto Panala Putra, Sekda Drs Muhlis, Ketua DPRD Hj Mery Rukaini, unsur FKPD, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalteng H Jimmy Carter dan Kadis PUPR M Iman Topik serta pejabat lainnya saat meninjau jembatan yang baru diresmikan, Kamis (2/12/2021).(Media Dayak/Lana)
Muara Teweh, Media Dayak
Pembanguanan jembatan penyeberangan yang menghubungkan Kelurahan Melayu kota Muara Teweh ke Kelurahan Jingah dan Kelurahan Jambu ini dibangun selama 6 (enam) tahap dari tahun 2015 hingga tahun 2021.
Selain itu pembangunan jembatan ini juga berdasarkan Mou antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) dengan DPRD No : 123/25/HUK dan No. Setwan.B.15/463.a/2014 tanggal 19 November 2014.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Barito Utara M Iman Topik mengatakan pembangunan jembatan penyeberangan Muara Teweh – Jingah ini dilaksanakan selama 6 (enam) tahap dimana pengerjaannya dimulai pada tahun 2015 sampai tahun 2021.
Dikatakannya, untuk tahap I tahun 2015-2017 (multy years) senilai Rp.31,8 milyar yang dikerjakan oleh pelaksana PT Meratus Borneo Sakti Pusat Buntok. Tahap II tahun 2017 APBD I (hadiah MTQ untuk infrastruktur) Rp.29,9 milyar dan APBD II Rp.13,3 Milyar yang dikerjakan oleh PT Meratus Borneo Sakti Buntok.
Kemudian tahap III tahun 2018 Rp7,3 milyar pelaksana PT Mutiara Karya Halim Pusat Palangkara Raya. Tahap IV tahun 2019, Rp12,4 milyar pelaksana PT Mutiara Karya Utama Pusat Palangka Raya. Tahap V tahun 2020 Rp.8,7 milyar, pelaksanan CV Tri Cipta Mandiri Pusat Palangka Raya.
Dan tahap VI TAHUN 2021 Rp.1,1 milyar, pelaksana CV Tata Kontruksi Pusat Palangka Raya. Total dana keseluruhan dari mulai pelaksanaan sampai selesai pembangunan jembatan ini sebesar Rp.104,7 milyar.
Lebih lanjut Kadis PUPR mengatakan jembatan penyeberangan Muara Teweh – Jingah ini merupakan jembatan type truss kelas c untuk pejalan kaki, roda dua dan roda empat. Dengan total panjang 472,98 meter terdiri dari bentang utama rangka baja 120+50+50 meter dan jembatan penghubung 252,98 meter dan lebar 4 meter + trotoar 0,5+0,5.
“Jembatan ini mendapat rekomendasi teknis dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJT), Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, karena bentang tengah yang digunakan 120 meter dan jembatan ini juga telah lulus uji beban statis dan dinamis (loading tes) pada tanggal 23 Oktober 2020,” kata Kadis PUPR Barito Utara M Iman Topik.
Dikatakn Topik lagi tujuan dilakukannya loading tes tersebut adalah untuk menilai pemenuhan kontruksi terhadap kriteria desain khususnya terkait kekuatan dan keamanan struktur. Saat pengujian dilaksanakan sampai pada beban 13 dump truck dengan berat total 136,5 ton dan hasil menyatakan layak.
“Namun fungsional jembatan tidak bisa langsung digunakan, mengingat masih terdapat beberapa item pekerjaan yang belum tuntas seperti pagar, lampu, taman, halte dan lainnya. Sehingga baru saat ini genap kurang lebih satu tahun jembatan ini berfungsi dan diresmikan oleh Bupati Barito Utara,” kata dia.
Kadis PUPR juga mengatakn bahwa jembatan ini nantinya akan di beri nama seorang tokoh masyarakat Barito Utara yang keberadaan beliau memiliki history dan latar biografi untuk diabadikan.
Jembatan penyeberangan Muara Teweh – Jingah merupakan prasarana jembatan untuk pejalan kaki, kendaraan roda dua dan roda empat (ambulan dan pemadam) yang akan menghubungkan khususnya daerah Muara Teweh – Jingah dan sekitarnya.
“Sehingga memudahkan warga untuk saling berinteraksi yang diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih banyak khususnya bagi warga masyarakat disekitar kelurahan seberang, serta dapat memperpendek akses dari dan menuju ibukota Muara Teweh,” pungkasnya.(lna/Lsn)