Pembangunan Jalan Tumbang Sanamang Ditangani Pemerintah Pusat

foto: Bupati Katingan Sakariyas didampingi kepala Dinas PU, Penataan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Katingan DR Rien MT beserta romobongan rombongan saat melewati jalan menuju Tumbang Sanamang, baru-baru tadi.(Kas/Ist)
Kasongan, Media Dayak
Pembangunan ruas jalan arah seberang menuju desa Tumbang Sanamang kecamatan Katingan Hulu, sebenarnya bukan lagi wewenangnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan, tapi sudah ditangani oleh Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provensi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng). Hal ini diungkapkan Bupati Katingan Sakariyas saat meninjau beberapa ruas jalan dan jembatan di kecamatan Katingan Tengah hingga di kecamatan Katingan Hulu, baru-baru tadi bersama rombongan.
Oleh karena itu, Pemkab Katingan menurutnya tidak bisa lagi menganggarkannya dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Katingan, termasuk dalam penanganan ruas jalan dari Tumbang Samba kecamatan Katingan Tengah menuju desa Tumbang Sanamang kecamatan Katingan Hulu itu.
Kendati demikian, ke depannya Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan setempat menurutnya akan merencanakan pembangunan jalan dari desa Tumbang Sanamang sampai ke desa Kiam Batang serta ruas jalan dari desa Tumbang Sanamang menuju desa Kajamei. “Jika sampai waktunya akan dibangun, kepada masyarakat setempat jangan saling mengklaim lahan atau tanahnya yang kebetulan terkena pembangunan ruas jalan tersebut,“ harap orang nomor satu di Kabupaten Katingan ini.
Terkait dengan pembuatan Surat Keterangan Tanah di sepanjang ruas jalan yang akan dibangun tersebut, dia berharap kepada masyarakat setempat agar dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak kecamatan setempat. Tujuannya, mengantisipasi terjadinya gontok-gontokan sesama warga setempat.
Maksudnya, menurutnya agar tidak terjadi tumpang tindih kepemilikan tanah. Karena hal seperti itu biasa terjadi lantaran dari kecamatan mengeluarkan surat tanah, tapi dari Damag Adat juga mengeluarkan surat tanah dengan nama yang berbeda. “Akhirnya tumpang tindih, yang bisa membuat gotok-gotokan sesama masyarakat setempat,” ujar mantan pimpinan Bank Kalteng cabang Kasongan ini. (Kas).