Pembangunan di Katingan Kian Tahun Mengalami Peningkatan

Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC NU) Kabupaten Katingan, H Rusdianoor

Kasongan, Media Dayak

20 Juli 2025 yang akan datang Kabupaten Katingan sudah berusia  23 tahun. Dengan usia tersebut jika dibandingkan dengan usia seseorang, maka usia Kabupaten berjuluk bumi Penyang Hinje Simpei ini bukan saja remaja, tapi sudah mulai beranjak dewasa. 

Sejak berdirinya Katingan menjadi Kabupaten hingga mencapai usia yang ke 23 tahun, sudah empat kali berganti kepala daerah dan Wakil. Kepala Daerah (Bupati dan Wabup). Mulai dari Duwel Rawing-Akhmad Yantenglie, Akhmad Yantenglie-Sakariyas, Sakariyas-Sunardi NT Litang dan sekarang Saiful-Firdaus. 
Dari empat kali pergantian Bupati dan Wabup ini pula menurut ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC NU) Kabupaten Katingan, H Rusdianoor dalam pengakuannya sangat mengapresiasi. Pasalnya, pembangunan di Kabupaten Katingan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. 

Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan darat , dari Kasongan Kecamatan Katingan Hilir menuju wilayah Kecamatan Sanaman Mantikei, Katingan Tengah, Mari kita, Katingan Hulu, Perak Malai hingga Bukit Raya. Kemudian dari Kasongan Kecamatan Katingan Hilir menuju wilayah Kecamatan Tasik Payawan dan Kamipang. “Sedangkan ruas jalan ke wilayah Kecamatan Mendawai hingga Katingan Kuala masih dalam proses,” kata H Rusdianoor kepada media, usai Jum’atan, Jum’at siang (11/7), di Masjid At Ta’awun jalan Soekarno Hatta – Kasongan. 

Begitu pula pembangunan dunia pendidikan menurutnya, juga mengalami peningkatan, baik dari sisi infrastrukturnya, fasilitas dan tenaga pendidik serta rasana-prasarananya maupun kualitasnya. Bahkan bukan hanya dunia pendidikan umum saja, tapi pendidikan yang bersifat religius atau keagamaan pun meningkat dengan signifikan. “Ini semua berkat dukungan bijaknya kepala daerah Kabupaten Katingan yang bertujuan untuk memajukan daerah dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Katingan,” akunya. 

Terkait pembangunan keagamaan menurutnya, semua terus mengalami kemajuan. Karena siapapun Bupati dan Wabupnya, bidang keagamaan selalu menjadi salah satu prioritas yang selalu diperhatikan oleh Bupati dan Wabul Katingan. Makanya, sejak Katingan berpisah dengan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada 20 Juli 2002 silam hingga jelang 20 Juli 2025 ini, kalau soal konflik antara agama tidak pernah terjadi, tapi selalu aman, damai dan kondusif. “Ini juga berkat adanya saling toleransi antar umat beragama dan yang berlainan agama serta keyakinan yang berbeda. Berbeda boleh, tapi tetap menomorsatukan kesatuan dan persatuan,” terang pria yang sampai hari ini merupakan PNS di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Katingan, seraya mengucapkan selamat HUT Katingan ke 23. Semoga Katingan kian tahun semakin maju, masyarakatnya lebih sejahtera. 

Begitu pula pembangunan di bidang kesehatan, dari 13 wilayah Kecamatan di Kabupaten Katingan ini menurutnya, tidak ada satu wilayah Kecamatan pun yang tidak didirikan Puskesmas. Bahkan ada satu Kecamatan yang memiliki dua bangunan Puskesmas, sementara Pustu juga ada di setiap Desa. “Jadi, jika ingin berobat, masyarat tidak lagi harus je ibukota. Terkecuali pasien yang tidak bhsa ditangani oleh tenaga medis, pihak Puskesmas bisa merujuk pasiennya ke RSUD Mas Masyarakat yang berada di Kasongan, ” pungkasnya. (Kas/Aw)