Pemasaran Kerajinan Kalteng Perlu Terobosan Digitalisasi

Foto : H. Abdul Razak

Palangka Raya, Media Dayak

Kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng untuk membuat terobosan dengan memanfaatkan sistem digitalisasi dalam memasarkan serta pengembangan kerajinan daerah Bumi Tambun Bungai. Pasalnya, pengrajin di daerah ini sudah memiliki produk berkualitas tetapi masih terkendala pemasaran.

Menurut wakil Ketua DPRD Kalteng H. Abdul Razak, hingga saat ini hasil alam Bumi Tambun Bungai telah banyak dimanfaatkan oleh pegiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), sebagai bahan dasar pembuatan produk-produk lokal berkualitas tinggi. Namun masih banyak produk-produk lokal asli Kalteng, yang hanya dapat menembus pasar Nasional dan belum dapat menembus pasar internasional.

“Kita mengharapkan agar hasil kerajinan Kalteng ini bisa menembus pasar internasional, kita sangat mendorong agar kedepan pengembangan kerajinan ini lebih dimaksimalkan”Ucap Razak, saat dibincangi Media Dayak, di Gedung Dewan, jalan S.Parman, selasa (26/11).

Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau dan Sukamara ini juga mengatakan, kegiatan promisi terhadap kerjinan tangan Kalteng juga perlu terus dipromosikan. Bahkan, saat ini untuk ekspor terbesar Kalteng masih dipegang oleh sektor pertambangan dan perkebunan, sehingga nantinya pihak eksekutif melalui dinas/instasi terkait, diharapkan mampu mendorong sektor lainnya seperti dibidang kerajinan tangan agar mampu menembus pasar internasional.

“Untuk saat ini, leading sektor terbesar untuk ekspor masih dipegang oleh pertambangan dan perkebunan. Oleh karena itu, nantinya legislatif dan eksekutif melalui dinas/instanti terkait juga akan mengembangkan sektor-sektor kerajinan UMKM, salah satunya yaitu tas yang terbuat dari rotan,” harap Politisi senior dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Selain itu, sambung Razak, sejumlah barang kerajinan asli Kalteng ada yang telah menembus pasar internasional, namun proses ekspor dari barang kerajinan tersebut masih melalui perantara.  Diantaranya yaitu melalui Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Surabaya, sehingga diharapkan kedepannya barang-barang kerajinan tersebut bisa langsung di ekspor, tanpa harus melalui perantara.

“Kita berharap para pembeli produk-produk kerajinan dari Kalteng, yang diekspor melalui perantara bisa dikenal dan diketahui bahwa produk kerajinan tersebut berasal dari kita dan bisa langsung membeli ke Kalteng, tanpa harus melalui perantara,” pungkas mantan Bupati Kobar ini.(Nvd)