Pemagangan Dalam Negeri Tahun 2020 Kota Palangka Raya Dimulai

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalteng, Rivianus Syahril Tarigan menyaksikan Asisten III Setda Kota Palangka Raya, Kandarani secara simbolis menyerahkan ATK kepada peserta pemagangan dalam negeri tahun 2020 di Aula Balai Pelatihan Kerja Kota Palangka Raya, Senin (16/03/2020).(Media Dayak/Asep)

Palangka Raya, Media Dayak

Program pemagangan dalam negeri tahun 2020 di kota Palangka Raya secara resmi dibuka oleh Asisten III kota Palangka Raya, Kandarani di Aula Balai Latihan Kerja Kota Palangka Raya, Senin (16/03/2020).

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kota Palangka Raya, Mesliani Tara dalam laporannya mengatakan, tujuan program pemagangan dalam negeri adalah meningkatkan kompetensi tenaga kerja untuk memenuhi standar perusahaan dan kebutuhan industri.

“Intinya, kegiatan ini memberikan pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan tenaga kerja magang,” katanya pada acara pembukaan pemagangan dalam negeri tahun 2020.

Mesliani mengungkapkan, program pemagangan dalam negeri akan berlangsung selama lima bulan. Terdiri dari sebulan pelatihan atau pemantapan materi di Balai Latihan Kerja Kota Palangka Raya, dan empat bulan magang di perusahaan atau tempat usaha.

Adapun kejuruan program pemagangan tahun 2020 terdiri dari kejuruan Las, Bakery, Teknisi Pendingin Ruangan (AC), Otomotif Roda Dua, Tata Busana, Meubelair, Administrasi Perkantoran, dan Kejuruan Komputer/Operator Komputer.

“Peserta program pemagangan dalam negeri tahun 2020 mendapat fasilitas uang saku Rp1 juta per bulan, Alat Tulis KAntor (ATK) dan seragam, serta kepesertaan asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ketenagakerjaan,” kata Mesliani.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng, Rivianus Syahril Tarigan dalam sambutannya pada acara tersebut menyatakan, peserta pemagangan dalam negeri adalah orang terpilih dari sekian banyak pendaftar di kota Palangka Raya.

R Syahril Tarigan mengungkapkan, Provinsi Kalimantan Tengah mendapat kuota 300 peserta pemagangan dalam negeri pada tahun 2020. Kuota Kota Palangka Raya merupakan yang terbanyak, yaitu 80 peserta atau 10 orang untuk masing-masing kejuruan.

“Karena peserta magang adalah orang terpilih dari sekian banyak pendaftar, maka peserta pemagangan dalam negeri harus siap untuk bekerja dan bukan hanya siap menerima pelatihan saja,” tegas Kepala Disnakertrans Kalteng ini.

Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Setda Kota Palangka Raya, Kandarani mengatakan, program pemagangan dalam negeri sangat penting dan membantu dalam mengurangi pengangguran di kota Palangka Raya.

“Kalau kita perhatikan, jasa service AC cukup menjanjikan. Apabila penjual jasa service AC melayani dua konsumen dalam satu hari, maka penghasilannya dalam sebulan akan cukup memenuhi kebutuhan hidup,” katanya.

Di sisi lain, Kandarani menyatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan usulan untuk program pemagangan mandiri. Namun usulan tersebut tidak disetujui karena terkendala anggaran.

Padahal, Kandarani menyatakan, pencari kerja di Palangka Raya bertambah sekitar 2.000 orang setiap tahun. Rata-rata pencari kerja baru adalah lulusan Perguruan Tinggi, yang artinya adalah pengangguran intelektual.

“Orang pintar kalau ngangggur bahaya. Bukan mencari kerja atau buka usaha sendiri, tapi menjadi provokator menggerakkan orang untuk mencari keuntungan. Program pemagangan dalam negeri ini akan mencegah hal itu,” katanya.(Asep)