Pelaku Kekerasan Anak Adalah Orang Terdekat

Sekda Mura, Hermon saat mengukuhkan Forum Anak Murung Raya (FANMURA) usai pembukaan sosialisasi Puspaga.(Media Dayak/Ist)

Puruk Cahu, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Murung Raya (Mura), Drs. Hermon, M.Si membuka secara resmi kegiatan sosialisasi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengedalian Penduduk dan Keluarga Berencana Mura di Aula Gedung B Setda Mura, Selasa (26/10/2021).

Dalam sambutannya, Sekda Mura Hermon mengatakan, berdasarkan hasil survey Prevalensi kekerasan terhadap anak (KTA), pelaku kekerasan terhadap anak umumnya adalah orang-orang yang terdekat dengan anak, seperti orang tua kandung, ayah atau ibu tiri, kerabat, guru dan teman.

“Permasalahan keluarga sangat merugikan, menyengsarakan secara materil maupun mental bagi anak, orangtua maupun keluarga yang terkena. Contohnya, banyak anak korban perceraian dan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang sangat berpengaruh terhadap pengasuhan yang sangat buruk,” ungkap Hermon.

Mengingat hal tersebut, kata Hermon, pembentukan Puspaga sebagai unit pelayanan secara tidak langsung merupakan pelaksanaan mandat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Artinya, urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan urusan wajib dengan pelayanan non dasar sebagimana dimaksud dalam pasal 11 ayat 2 yang meliputi sub urusan pemenuhan hak anak.

Lebih lanjut Hermon menerangkan, Puspaga yang berfungsi sebagai one stop service adalah layanan satu pintu keluarga berbasis hak anak. Maksudnya, meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengasuh dan melindungi anak serta terciptanya rujukan pengasuhan, pendidikan, kesehatan serta perlundungan bagi anak dan orangtua guna menunjang tumbuh kembang anak secara optimal.

“Kami menyambut diselenggarakannya kegiatan sosialisasi Puspaga Kabupaten Mura tahun 2021, agar harapan kita ke depan dengan adanya Puspaga dapat memberikan layanan satu pintu keluarga berbasis hak anak. Kemudian menyediakan tempat pembelajaran keluarga melalui pendidikan bagi orangtua, tempat konsultasi anak, orangtua, atau orang yang mengasuh anak,”Imbuhnya.

Kegiatan sosialisasi itu dirangkai dengan pengukuhkan Forum Anak Daerah Murung Raya (FANMURA) masa bakti tahun 2021-2023 yang dilakukan oleh Sekda Mura.(LULUS/AW)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *