Pelabuhan Bahaur Perlu Pembenahan Dan Peningkatan Kapasitas

Wiyatno

Palangka Raya, Media Dayak

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Wiyatno berpendapat bahwa Pelabuhan laut Bahaur perlu dilakukan pembenahan dan peningkatan kapasitas. 

“Pembenahan yang perlu dilakukan di antaranya berupa peningkatan fasilitas parkir, pergudangan, ruang tunggu penumpang dan fasilitas lainnya,” ucap Wiyatno melalui pesan Whatsapp, Kamis (27/8).

Wiyatno menilai, pembenahan itu harus dilakukan karena Pelabuhan Bahaur diharapkan menjadi tempat bongkar muat barang selain mobilitas penumpang. Baik berupa alat dan mesin pertanian, pupuk, obat-obatan dan lain-lain. 

“Saya mengharapkan agar Pelindo, Dinas Perhubungan dan Kementerian Perhubungan dapat melakukan upaya strategis dalam pembenahan pelabuhan itu guna peningkatan kapasitas penumpang dan angkutan,” ujarnya.

Selain itu, Politikus asal Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini juga mengharapkan Gubernur Kalteng dan Bupati Pulang Pisau agar sering melakukan koordinasi mewujudkan hal itu. Terutama dalam upaya pendekatan dengan Kementerian Perhubungan. 

“Karena saya juga menginginkan Pulang Pisau menjadi kabupaten niaga, bahkan pelabuhan tersebut bisa melayani delapan kabupaten/kota di Kalteng. Dan pelabuhan laut Bahaur akan jauh lebih potensial daripada pelabuhan laut Trisakti Banjarmasin, Kalsel,” terangnya.

Dikatakan Wiyatno, Pelabuhan laut Bahaur akan menjadi salah satu pintu gerbang perekonomian di Kalteng karena memiliki potensi untuk dikembangkan lagi. Pelabuhan Bahaur memiliki dermaga sandar dengan panjang 85 meter dan lebar 20 meter. Sedangkan kapasitas penumpang Pelabuhan Bahur adalah 350 sampai 500 orang dengan kapasitas untuk kendaraan campuran 40 sampai 50 unit.

Adapun terkait akses jalan dari kabupaten Pulang Pisau menuju pelabuhan, menurut dia tidak ada masalah karena sudah beraspal. “Hanya ada beberapa titik yang perlu peningkatan dan perawatan,” tandasnya.

Selain pelabuhan Bahaur, Wiyanto juga mengharapkan, Kemenhub melakukan pembenahan dermaga feri Mintin-Anjir Sampit dan Pangkoh Hulu. “Selain perlu pembenahan dermaga juga perlu adanya armada kapal feri yang memadai. Karena ke depan aktivitas di kawasan itu akan semakin meningkat seiring berjalannya kegiatan food estate,” pungkasnya. (Nvd/aw)