Pedagang Tolak Relokasi Pasar Pelita Hilir,Dewan Minta Pemkab Mura dan Masyarakat Musyawarah Mufakat

Sirajul Rahman

Palangka Raya, Media Dayak

DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya untuk bijak dalam menyikapi permasalahan relokasi Pasar Pelita Hilir, yang terletak di kota Puruk Cahu.

Menurut anggota DPRD Kalteng Sirajul Rahman, dirinya mendapat informasi bahwa proses relokasi Pasar yang telah lama berdiri tersebut, mendapat penolakan dari sejumlah warga yang enggan dipindahkan kelokasi baru, yaitu Pasar Bahitom yang berjarak 4 kilometer kearah luar kota.

“Berdasarkan Informasi yang saya terima, masyarakat khususnya pedagang yang telah lama berada di Pasar Pelita Hilir, menolak untuk direlokasi ke lokasi baru yaitu Pasar Bahitom, karena jarak tempuh yang cukup jauh,” Ucap Sirajul Rahman, saat dibincangi Mediadayak.co.id, di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Selasa (28/1).

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, meliputi Kabupaten Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara dan Murung Raya ini juga menerangkan, alasan lain masyarakat menolak proses relokasi tersebut adalah Pasar Pelita Hilir, dinilai sangat strategis untuk menjalankan roda perekonomian khususnya bisnis perdagangan kebutuhan pokok.

“Kalau dari sisi masyarakat menilai bahwa Lokasi merrka berdagang saat ini sudah sangat strategis. Namun, mengingat kondisi bangunan Pasar Pelita Hilir yang saat ini dinilai tidak layak serta lokasi yang berada di kawasan pesisir sungai, akhirnya pihak Pemkab berinisiatif untuk merelokasi pasar tersebut,” Ujar sekretaris Komisi I DPRD Kalteng, yang membidangi Hukum dan Pemerintahan ini.

Dikatakan Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, pihak Pemkab Murung Raya sendiri harus bersikap persuasif dengan masyarakat serta segala macam permasalahan tentunya dapat diselesaikan dengan adanya dialog/musyawarah Mufakat, dalam artinya menghasilkan solusi namun tetap menguntungkan kedua belah pihak.

“Dengan dilakukannya pendekatan secara persuasif, yaitu menggelar dialog/Musyawarah Mufakat, tentunya hal ini diharapkan bisa memberikan solusi dan tentunya sama-sama menguntungkan kedua belah pihak, ”Pungkasnya.(Nvd)