Pastikan Ketersediaan ULE Jelang Idulfitri 1447 H, BI Kalteng Luncurkan Serambi 2026

Kepala KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansyah Andrias mendampingi Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin meninjau pedagang di pasar wadai Ramadhan 1447 H, Kamis (19/2/2026).(Media Dayak/Ist)

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah resmi meluncurkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026. Program tahunan ini hadir untuk memastikan kebutuhan masyarakat akan uang Rupiah layak edar (ULE), khususnya pecahan kecil menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Kepala KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansyah Andrias menyatakan, program Serambi 2026 merupakan bentuk komitmen perbankan dalam melayani masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H.

“Ini adalah hajatan besar kami di dunia perbankan untuk melayani kebutuhan uang Rupiah masyarakat. Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi warga di Kota Palangka Raya maupun di seluruh wilayah Kalimantan Tengah,” ujar Yuliansah, Kamis (19/2/2026).

Yuliansah menuturkan, pihaknya menjalin aliansi strategis dengan jaringan ritel modern dan entitas usaha lokal seperti Indomart, Alphamart, KPD Swalayan, hingga Sendys dalam rangka memperluasakses penukaran uang kepada masyarakat.

BI Kalteng juga akan mengadopsi pendekatan proaktif “jemput bola” melalui armada Kas Keliling Terpadu yang dijadwalkan menyambangi titik kumpul strategis secara berurutan mulai dari 2 Maret 2026 hingga 12 Maret 2026.

Di satu sisi, yuliansyah mengatakan bahwa proyeksi kebutuhan uang kartal (kertas dan logam) di Kalimantan Tengah selama Ramadan tahun ini mencapai Rp3,28 triliun. Angka tersebut tercatat mengalami peningkatan dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya.

Untuk menjangkau masyarakat luas, Bank Indonesia telah menyiapkan titik layanan penukaran uang yang tersebar di lima wilayah strategis di Kalimantan Tengah yakni Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Lamandau.

Dijelaskan Yuliansah, pada hari perdana peluncurannya di halaman Kantor Bank Indonesia Kalteng, tercatat sebanyak 1.000 orang telah mendaftar melalui sistem layanan penukaran. Untuk menghindari penumpukan massa, petugas mengatur jadwal penukaran secara bergiliran.

“Tiap penukar diberikan kuota maksimal sebesar Rp5,3 juta per orang. Kami menyediakan dalam bentuk paket yang mencakup berbagai pecahan,” jelas Yuliansah.

Kebijakan sistem paket ini diambil demi mengedepankan prinsip keadilan dan pemerataan. Dengan adanya batasan maksimal, diharapkan lebih banyak masyarakat yang dapat terlayani untuk mendapatkan uang baru guna keperluan tradisi berbagi di hari raya.

“Kami ingin memastikan seluruh saudara-saudara kita yang merayakan Idul Fitri dapat terlayani dengan baik, sehingga keceriaan lebaran semakin terasa dengan ketersediaan uang layak edar yang merata,” katanya.(rls)

image_print

Pos terkait