Pasokan BBM Bertambah, Antrean di SPBU Kasongan Berkurang

Situasi kendaraan roda empat selama empat hari terakhir yang antre di SPBU di Kasongan jalan Tjilik Riwut km 2 Kasongan tampak terlihat sudah berkurang.(Media Dayak/Ist)
Kasongan, Media Dayak
Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak tiga hari yang lalu, hingga hari ini, Jumat (31/7) ternyata sangat efektif untuk mengurangi antrean di SPBU Kasongan jalan Tjilik Riwut KM 2 Kasongan Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan. Demikian kata pengawas SPBU setempat Rakhman yang diungkapkannya kepada awak media, Jum’at siang (31/7), di ruang kerja administrasi SPBU setempat.
Adapun jenis BBM yang ditambah selama empat hari ini menurut Rakhman diantaranya BBM bersubsidi jenis pertalite, yang tadinya hanya 24 KL (24.000 liter) perliter kini menjadi 32 KL (32 liter) perhari, dan BBM non subsidi jenis Pertamax yang tadinya hanya 8 KL (8.000 liter) kini bertambah menjadi 16 KL (16.000 liter) perhari.
Kesimpulannya, empat hari yang lalu antrean kendaraan roda empat milik masyarakat yang mengisi kendaraannya dengan BBM jenis pertallite sangatlah panjang, yaitu sekitar 1 KM di bahu jalan Tjilik Riwut. “Antrean ini berlangsung lebih dari dua pekan. Tapi sejak Selasa (28/7) yang lalu hingga hari ini, antrean tersebut berkurang secara signifikan,” terang Rakhman, seraya menyebutkan antrean kendaraan roda empat untuk mengisi BBM di SPBU tersebut sebelumnya bukan hanya panjang saja, tapi waktu antrenya juga dimulai sejak pukul 03.00 wib dini hari, atau 3 jam sebelum SPBU dibuka.
Selanjutnya, terkait sudah berkurangnya antrean mengisi BBM di SPBU tersebut, dirinya berharap kepada pengendara agar tetap mentaati antrean dan SOP yang telah ditentukan oleh SPBU setempat. “Jangan khawatir, stok BBM di SPBU ini masih aman dan semua pengendara dipastikan kebagian,” harapnya, seraya meminta kepada pelanggan agar memaklumi jika adanya keterlambatan pasokan dari pertamina, sehingga harus menunggu beberapa jam lamanya. Yang jelas pihak SPBU selalu berupaya untuk secepatnya melayani pelanggan.
Sebelumnya atau sekitar dua pekan yang lalu hingga Senin (27/7) yang lalu telah terjadi antren yang terbilang panjang yaitu dengan panjang lebih dari 1 KM. Hal ini sangat dikeluhkan oleh ratusan pengendara, baik pengendara roda dua, terlebih pengendara roda empat. Dampaknya ratusan kendaraan baik roda empat maupun roda dua harus menunggu berjam-jam menunggu giliran kendaraannya untuk diisi, terutama pengisian BBM bersubsidi jenis Pertallite.
Terjadinya antrean panjang ratusan konsumen yang akan mengisi BBM di SPBU Kasongan tersebut menurutnya, disebabkan beberapa faktor. Diantaranya lantaran berkurangnya suplay BBM jenis Pertamax dari Pertamina. Sebelumnya suplay Pertamax sekitar 24 KL (24.000 liter) perhari, turun menjadi 8KL (8.000 liter) perhari. Dengan berkurangnya suplay itulah, sehingga stok Pertamax lebih cepat habis.
Dengan berkurangnya suplay itulah,lanjutnya, sehingga Pertamax lebih cepat habis dan akhirnya banyak pengendara yang tadinya mengisi kendaraannya menggunakan Pertamax, kini mengisi kendaraannya dengan BBM bersubsidi jenis pertalite. Bahkan, pengendara yang awalnya menggunakan Pertamax lalu beralih menggunakan pertalite, khususnya kendaraan yang berplat pol pribadi. “Hal ini sudah sejak terjadinya kenaikan harga pertamax, dari Rp 12.650/liter naik menjadi Rp 16.650/liter. “Karena, mereka beranggapan harga antara BBM jenis Pertamax dengan pertalite cukup jauh perbedaannya, yaitu sekitar Rp 6.650/liter,” kata Rakhman, seraya menyebutkan harga pertalite Rp 10.000 perliter. (Kas/Aw)