Pasar Wadai Ramadhan Dipenuhi Pengunjung

Muara Teweh, Media Dayak
Usai resmi dibuka oleh Bupati Barito Utara H Nadalsyah, Pasar Wadai (Pasar Ramadan-red) di jalan Panglima Batur kawasan Water Front City (WFC) Muara Teweh langsung dijejali warga. Warga rela berdesakan mencari kudapan dan lalapan untuk berbuka puasa. Bahkan sampai sore masih terlihat antusia warga memadati pasar wadai tersebut.
Pemandangan seperti ini bakal terus terlihat hingga satu bulan ke depan, sebab tradisi seperti ini hanya bisa ada sekali dalam setahun, tepatnya setiap memasuki bulan suci Ramadhan hingga akhir Ramadhan.
“Datang lebih awal bisa lebih enak memilih-milih. Kalau sudah sore akan sulit, selain pengunjungnya berdesakan, makanan yang hendak kita cari sudah keburu habis,” kata Alwandi warga Muara Teweh ketika membeli kue untuk berbuka puasa, Senin (6/5).
Selain di kawasan jalan Panglima Batur atau di daerah tepian Sungai Barito WFC, pasar wadai juga terlihat di depar pasar Barito Permai dan perempatan simpang empat lampu merah jalan Sengaji Hulu dan Sengaji Hilir dan bundaran Nelayan. Namun keberadaan sangat tidak tepat, sebab bisa menghambat jalur lalu lintas dan juga ada himbauan dari Satpol PP larangan tidak berjualan di wilayah perempatan jalan itu.
“Sangat tidak strategis, bila berjualan diperempatan lampu merah. Sebab sangat menganggu kelancaran arus lalu lintas. Alangkah baiknya bila berjualan di pasar wadai yang disediakan Pemkab setempat,” ujarnya lagi.
Pantauan di lapangan, kawasan pasar wadai yang disediakan pemerintah setempat sangat padat arus lalu lintas. Beruntung Satlantas Polres Barito Utara, Dinas Perhubungan Barito Utara juga ikut berjaga dalam pengaturan lalu lintas di dua tempat yang digunakan untuk berjualan kue ramahdan.(lna)