Pasar Besar Disemprot Disikfektan

Wali Kota Palangka Raya dan tim Gutus saat menyaksikan penyemprotan di Pasar Besar.(Media Dayak/Penrem Pjg)
Palangka Raya, Media Dayak
Pasca PSBB yang dicabut oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya, klaster baru muncul di Pasar Besar.
Untuk mencegah meluasnya dan bertambahnya pasien Covid-19 klaster Pasar Besar yang telah menyebar dan ditemukan warga yang positif baik pedagang maupung pengunjung pasar beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota dan juga Tim Gutus Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan penyemprotan disikfektan menyeluruh di Pasar Besar.
Sebelum giat penyemprotan dilaksanakan, diadakan apel gabungan yang terdiri dari Kodim 1016/Plk, Yon Raider 613/Atg, Rescue Damkar, Satpol PP dan Sukarelawan. Apel yang di pimpin oleh Dandim 1016/Plk, Kolonel Inf. I Gede Putra Yasa dan hadir Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, Ketua harian Gutus Covid-19 sekaligus Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani dan beberapa kepala SOPD Kota Palangka Raya yang merupakan Ketua Tim Pelaksanaan Wilayah.
Dalam arahannya, Dandim 1016/Plk, Kolonel Inf. I Gede Putra Yasa mengatakan bahwa klaster Pasar Besar telah terdapat pasien positif Covid-19 yang jumlah sudah mencapai 40 lebih orang. Dan itu adalah pedagang dan juga beberap pembeli yang datang ke pasar untuk belanja, Minggu (14/06/2020).
“Dalam kegiatan ini kita harus benar-benar meneliti dan melakukan penyemprotan sampai sudut-sudut pasar. Jangan sampai ada yang terlewatkan dan juga jaga jarak, selain itu juga nanti setelah kegiatan agar jangan langsung masuk rumah, bersihkan badan dan lepas pakaian langsung di cuci,” tegasnya.
Lanjutnya lagi, jangan sampai nantinya setelah giat penyemprotan jangan sampai tim malah terpapar dan menjadi pasien positif, karena anggota tim telah ada yang terpapar setelah melaksanakan tugas Pam Pasar Besar.
Sementara itu Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan, penyemprotan ini tujuannya adalah agar pasar bebas dari virus C0vid-19. Karena penambahan pasien saat ini berasal dari pasar besar dan juga telah menyebar ke pembeli.
“Kita akan lakukan penyemprotan pada hari ini, tadinya rencananya hari Jumat mulai, tetapi karena permintaan pengelola pasar maka di undur hari minggu,” terang Fairid.
Tambahnya lagi, seharusnya rencana selama tiga hari, tapi dlakukan hari ini dan mungkin besok adalah dari Provinsi dan jajaran tim Covid-19 Provinsi. Dan apabila cukup dua hari, maka akan dilakukan dua hari apabila diperkirakan cukup.
“Sesuai kesepakatan kemarin kita akan melaksanakan sterilisasi secara besar-besaran pada hari ini, untuk waktunya kita belum tahu hingga kapan nantinya,” katanya.(Penrem Pjg/Dmt/aw)